Haluannews Ekonomi – Di tengah gejolak geopolitik global yang memanas, mulai dari konflik Iran versus Amerika Serikat hingga ketegangan di Timur Tengah, industri manufaktur garmen dan tekstil nasional menunjukkan ketahanan sekaligus ambisi yang luar biasa. PT Trisula International Tbk (TRIS), salah satu pemain kunci di sektor ini, tidak gentar menghadapi sentimen negatif, justru merancang strategi ekspansi pasar yang agresif dan berani. Direktur TRIS, Kevin Oen, mengungkapkan bahwa meskipun isu perang dan tarif resiprokal AS menjadi perhatian serius, perusahaan tetap fokus pada pertumbuhan berkelanjutan.

Related Post
Kevin Oen menjelaskan bahwa efek dan tantangan dari ketidakstabilan ekonomi dan geopolitik global, yang saat ini masih dapat diatasi, tidak menghalangi TRIS untuk terus bergerak maju. Prioritas utama perusahaan adalah memenuhi kewajiban kepada para pemangku kepentingan sambil memperkuat basis produksi. Ini termasuk investasi pada bahan baku berkelanjutan, sebuah langkah strategis untuk memastikan daya saing jangka panjang dan respons terhadap tuntutan pasar global akan produk yang ramah lingkungan.

Menjelang tahun 2026, TRIS mengukuhkan posisinya di pasar-pasar utama yang telah menjadi andalannya, seperti Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru, Jepang, dan Eropa. Namun, yang paling menarik adalah keberanian perusahaan untuk menjajaki pasar baru di benua Afrika. Langkah ini menandakan optimisme dan visi jangka panjang TRIS dalam diversifikasi pasar ekspor di tengah ketidakpastian global, menunjukkan bahwa krisis justru dapat menjadi peluang bagi pelaku industri yang adaptif.
Di pasar domestik, anak usaha TRIS juga mencatatkan kinerja positif yang stabil. Dengan fokus pada segmen pasar menengah ke atas (medium-high), perusahaan berhasil mempertahankan basis konsumen yang kuat di dalam negeri. Keberhasilan ini menjadi bantalan penting di tengah dinamika pasar global yang fluktuatif, memberikan stabilitas pendapatan dan memperkuat fondasi bisnis.
Diskusi lebih lanjut di Nation Hub Haluannews.id (Jumat, 13/03/2026) dengan Kevin Oen juga mendalami beberapa isu krusial yang dihadapi industri. Di antaranya adalah analisis dampak kebijakan tarif bea masuk 0% bagi produk tekstil Indonesia di pasar ekspor, serta strategi industri dalam menyikapi masuknya produk pakaian bekas cacahan (shredded worn clothing) dari Amerika Serikat. Pertimbangan atas faktor-faktor ini menjadi kunci bagi TRIS untuk menjaga daya saingnya di tengah persaingan pasar global yang semakin ketat.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar