Mengejutkan! BUMN Telekomunikasi Legendaris Ini Terancam Tutup, Danantara Ungkap Penyebabnya

Mengejutkan! BUMN Telekomunikasi Legendaris Ini Terancam Tutup, Danantara Ungkap Penyebabnya

Haluannews Ekonomi – Yogyakarta – Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, yang membuka tabir potensi penutupan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terus didera masalah bisnis dan sulit diselamatkan. Salah satu entitas yang disorot tajam adalah PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI), sebuah nama yang pernah berjaya di kancah telekomunikasi nasional. Pernyataan ini disampaikan Dony dalam gelaran Jogja Financial Festival (Finfest) 2026 di Yogyakarta, Jumat (22/5/2026), sebagaimana dilansir Haluannews.id.

COLLABMEDIANET

Menurut Dony, akar permasalahan yang melilit banyak BUMN di masa lalu adalah ketiadaan sistem yang terintegrasi antarperusahaan pelat merah. Ia menggambarkan bahwa setiap BUMN beroperasi layaknya entitas independen, tanpa adanya sinergi yang kuat. "BUMN sebelumnya itu berdiri sendiri-sendiri. Ini yang banyak orang tidak tahu," ungkap Dony, menekankan bahwa kondisi ini menghambat perusahaan-perusahaan BUMN yang sehat, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, untuk menyalurkan laba mereka demi menopang BUMN lain yang sedang kesulitan.

Mengejutkan! BUMN Telekomunikasi Legendaris Ini Terancam Tutup, Danantara Ungkap Penyebabnya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kondisi ini, lanjut Dony, telah menyeret beberapa BUMN besar yang dulunya menjadi kebanggaan nasional ke jurang tekanan bisnis yang berat. "Kalau di Bandung itu ada PT INTI yang sangat terkenal, sekarang menghadapi persoalan, mungkin akan kita tutup juga," tegasnya, mengindikasikan bahwa opsi penutupan bukan lagi sekadar wacana, melainkan kemungkinan nyata. Selain PT INTI, Dony juga menyinggung kasus serupa yang pernah menimpa PT Jakarta Lloyd (Persero) dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, menunjukkan pola masalah yang berulang.

Menyikapi tantangan tersebut, pemerintah kini mengambil langkah strategis dengan mengonsolidasikan BUMN melalui Danantara. Entitas ini difungsikan sebagai sovereign wealth fund berbasis perusahaan negara, atau state-owned enterprise based sovereign wealth fund. Melalui model baru ini, berbagai BUMN kini berada di bawah satu payung holding company, yang secara signifikan mempermudah proses restrukturisasi dan penyehatan perusahaan-perusahaan yang bermasalah. "Dengan satu holding company sekarang itu mudah bagi kita untuk melakukan proses penyehatan daripada perusahaan-perusahaan kita," jelas Dony.

Dony menegaskan bahwa perubahan fundamental dalam tata kelola BUMN ini bukan tanpa tujuan. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong perusahaan-perusahaan pelat merah untuk memberikan kontribusi yang lebih besar dan maksimal terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menciptakan lebih banyak lapangan kerja. "Kita harapkan akan memberikan kontribusi yang maksimal bagi percepatan pertumbuhan ekonomi kita ke depan," pungkasnya, menutup diskusi dengan visi optimis terhadap masa depan BUMN di bawah payung Danantara.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar