haluannews.id – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyoroti lonjakan luar biasa dalam adopsi layanan keuangan digital di Bumi Ruwa Jurai. Data terbaru hingga April 2026 menunjukkan penetrasi QRIS yang mencengangkan, dengan 889 ribu merchant telah terdaftar. Angka ini signifikan mengingat total 2,7 juta keluarga di Lampung, menandakan hampir sepertiga keluarga telah terlibat dalam ekosistem pembayaran digital.

Related Post
Dalam gelaran Lampung Financial Festival 2026, Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan detail lebih lanjut mengenai fenomena ini. Ia menyebut volume transaksi QRIS di Lampung telah menembus 22,4 juta kali, menghasilkan nilai fantastis mencapai Rp1,87 triliun. Angka-angka ini, menurutnya, adalah cerminan nyata dari geliat ekonomi masyarakat yang terus bertumbuh pesat.

Namun, di balik euforia angka-angka tersebut, Rahmat mengingatkan pentingnya memastikan bahwa pertumbuhan transaksi digital ini benar-benar berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan dan ekonomi riil masyarakat. Ia berharap masyarakat, terutama generasi muda, tidak hanya menjadi konsumen teknologi, melainkan juga pelaku aktif yang mampu memanfaatkan kemudahan digital untuk meraih keuntungan dan mengembangkan diri.
Oleh karena itu, Gubernur Lampung ini menekankan urgensi bagi masyarakat untuk tidak sekadar cakap digital, tetapi juga cerdas dalam mengelola keuangan. Literasi finansial yang kuat, mulai dari kebiasaan menabung, berinvestasi, hingga keberanian merintis usaha, menjadi kunci utama agar potensi ekonomi digital dapat dimaksimalkan demi masa depan yang lebih baik.










Tinggalkan komentar