Krisis Energi Global: 6 Raja Batu Bara RI Panen Cuan Fantastis!

Krisis Energi Global: 6 Raja Batu Bara RI Panen Cuan Fantastis!

Haluannews Ekonomi – Harga batu bara global kembali melesat, mencapai puncaknya di sekitar US$138 per ton pada Selasa lalu. Lonjakan ini, yang merupakan level tertinggi sejak November 2024, dipicu oleh penghentian operasional fasilitas gas alam cair (LNG) di Qatar menyusul serangan drone di Timur Tengah. Kondisi ini secara langsung mendorong permintaan akan peralihan bahan bakar ke batu bara di sektor pembangkit listrik, sekaligus mempertebal pundi-pundi para konglomerat tambang di Indonesia.

COLLABMEDIANET

Insiden di Qatar, yang merupakan pemasok sekitar 20% pasokan LNG dunia, menimbulkan kekhawatiran serius akan stabilitas energi global. Negara-negara Asia, seperti Taiwan, bahkan telah menyatakan kesiapan untuk meningkatkan penggunaan pembangkit listrik berbasis batu bara jika gangguan pasokan LNG berlanjut. Di sisi lain, Tiongkok sebagai produsen dan konsumen batu bara terbesar, terus memperkuat kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara demi menjaga keamanan energi dan stabilitas jaringannya. Sentimen pasar batu bara termal domestik Tiongkok juga menunjukkan kekuatan signifikan pada Februari, didukung permintaan listrik yang solid pasca-musim dingin dan kekhawatiran pasokan global.

Krisis Energi Global: 6 Raja Batu Bara RI Panen Cuan Fantastis!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di tengah dinamika pasar global yang menguntungkan ini, sektor pertambangan batu bara kembali membuktikan diri sebagai ladang emas. Sejumlah nama besar di Indonesia yang telah lama berkecimpung di bisnis ini kini semakin kokoh posisinya di jajaran orang terkaya. Haluannews.id merangkum enam sosok di balik gurita bisnis batu bara Tanah Air yang kekayaannya kian meroket:

1. Low Tuck Kwong
Pendiri dan pemilik PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong, menjadi salah satu yang paling diuntungkan. Emiten batu bara dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa domestik ini mengantarkan Low Tuck Kwong sebagai orang terkaya ke-83 di dunia dengan estimasi kekayaan US$25,5 miliar.

2. Keluarga Widjaja
Di bawah naungan Sinar Mas Group, keluarga Widjaja melalui PT Dian Swastika Sentosa Tbk. (DSSA) dan anak perusahaannya, PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) serta Golden Energy and Resources Ltd. (GEAR), memiliki jejak bisnis batu bara yang luas, termasuk akuisisi aset di Australia. Dengan Franky Oesman Widjaja sebagai Komisaris Utama DSSA, kekayaan keluarga ini mencapai US$18,9 miliar, menjadikannya konglomerat urutan keempat di Indonesia.

3. Garibaldi Thohir
Kakak Menteri BUMN Erick Thohir ini adalah salah satu pendiri raksasa PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO), yang pernah mencetak rekor IPO terbesar. Dengan lokasi penambangan tersebar di Sumatra, Kalimantan, hingga Australia, Boy Thohir mencatatkan kekayaan US$5,3 miliar pada tahun 2024, menempatkannya di jajaran atas orang terkaya di Tanah Air.

4. Kiki Barki
Pendiri PT Harum Energi Tbk. (HRUM) pada 1995, Kiki Barki, menguasai mayoritas saham HRUM. Selain itu, ia juga memiliki tambang swasta Tanito Harum. Kekayaan Kiki Barki pada 2024 diperkirakan mencapai US$1,3 miliar, dengan putranya kini aktif menjalankan perusahaan.

5. Edwin Soeryadjaya
Co-founder PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) bersama Sandiaga Uno, Edwin Soeryadjaya juga memiliki jejak kuat di bisnis batu bara, termasuk keterlibatannya di Pama Persada. Kekayaannya pada 2024 tercatat mencapai US$1,6 miliar, menunjukkan ketahanan bisnisnya di sektor komoditas.

6. TP Rachmat
Theodore Permadi Rachmat, yang dikenal juga sebagai Teddy, mendirikan grup Triputra pada tahun 1998 dengan empat lini bisnis utama, termasuk pertambangan. Mantan CEO Astra International ini juga memiliki kepemilikan minoritas di PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO). Kekayaannya saat ini mencapai US$3,9 miliar, menegaskan posisinya sebagai salah satu taipan energi.

Kenaikan harga komoditas ini sekali lagi menegaskan posisi strategis batu bara dalam lanskap energi global, dan bagaimana para pemain utamanya di Indonesia terus meraup keuntungan signifikan dari dinamika pasar yang bergejolak.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar