Haluannews Ekonomi – Direktur Risk Management PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Setiyo Wibowo, menekankan peran vital Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan dan keberlanjutan pembangunan ekonomi Indonesia. Menurutnya, tingginya backlog perumahan di Indonesia menjadi tantangan serius yang membutuhkan solusi berupa perluasan akses kepemilikan rumah. Hal ini disampaikan Bowo dalam wawancara di program Property Point Haluannews.id, Senin (7/7/2025).

Related Post
Bowo menambahkan, meski profitabilitas menjadi metrik penting dalam kinerja perbankan, pengukuran dampak menyeluruh program KPR, baik subsidi maupun non-subsidi, terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan juga tak kalah krusial. Ia menyorot kontribusi sektor perumahan terhadap akses energi bersih dan terjangkau. Rumah layak huni, menurutnya, berarti akses terhadap listrik, bahan bakar rumah tangga, dan energi lainnya yang menunjang kehidupan sehari-hari terjamin. Dengan kata lain, KPR subsidi bukan hanya sekadar transaksi keuangan, tetapi juga investasi sosial yang berdampak luas.

Wawancara lengkap dengan Setiyo Wibowo dapat disaksikan kembali dalam tayangan Property Point Haluannews.id. Analisis mendalam mengenai peran KPR subsidi dalam mendorong pemerataan dan keberlanjutan sosial-ekonomi Indonesia dibahas secara detail dalam program tersebut. Hal ini menjadi poin penting bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan perumahan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar