Haluannews Ekonomi – Jejak bisnis Kiki Barki, sang raja batu bara Indonesia, ternyata tak hanya terbatas di tanah air. Konglomerat ini pernah merambah hingga Vietnam Utara melalui PT Vietmindo Energitama yang berdiri sejak 1993. Bahkan, politisi senior Pramono Anung Wibowo pernah menjabat sebagai direktur operasional di perusahaan tersebut.

Related Post
Pramono Anung mengungkapkan bahwa Sofjan Wanandi adalah salah satu pemegang saham Vietmindo, sementara dirinya mewakili kepentingan Kiki Barki. Perkenalan Kiki Barki dengan seorang wanita yang kemudian menjadi istrinya pun terjadi melalui Sofjan Wanandi.

Jauh sebelum merambah Vietnam, Kiki Barki telah mendirikan Tanito Harum pada tahun 1988, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara. Saat itu, Marsekal Madya Ginandjar Kartasasmita menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi. Ginandjar bahkan sempat mengunjungi pertambangan Tanito Harum dan mengakui bahwa saat itu perusahaan batu bara milik orang Indonesia belum sebanyak sekarang.
Ginandjar Kartasasmita menggambarkan Kiki Barki sebagai seorang Tionghoa totok yang lebih fasih berbahasa Mandarin daripada Bahasa Indonesia. Kiki Barki diketahui pernah belajar di Tiongkok selama lebih dari 10 tahun dan baru kembali ke Indonesia.
Menurut catatan Leo Suryadinata, Kiki Barki lahir di Bandung pada tahun 1939 dan berasal dari keluarga Hokcia (Fukien). Setelah menamatkan sekolah menengah di Beijing dan akademi pertambangan, ia kembali ke Bandung.
Sebelum terjun ke bisnis batu bara, Kiki Barki sempat membantu bisnis tekstil, hotel, dan perbankan milik ayahnya. Namun, tampaknya dunia batu bara lebih cocok untuknya. Ketika bisnis batu bara di Kalimantan menggeliat setelah tahun 2000, Kiki Barki telah menjadi pemain berpengalaman di bidang ini.
Saat ini, Kiki Barki menguasai 79,79% saham PT Harum Energy Tbk (HRUM), perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara dan logistik di Kalimantan Timur. Harga batu bara yang fluktuatif sangat mempengaruhi kekayaan Kiki Barki. Ketika harga batu bara naik, pundi-pundinya pun ikut mengembang.
Majalah Forbes pada tahun 2021 mencatat Kiki Barki sebagai orang terkaya nomor 27 di Indonesia dengan total kekayaan mencapai US$ 1,6 miliar atau setara dengan Rp 23,04 triliun. Setelah sempat absen, Kiki Barki kembali masuk daftar orang terkaya Forbes seiring dengan kebangkitan harga batu bara.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar