Haluannews Ekonomi – Bayang-bayang resesi global semakin nyata. Kondisi ekonomi dan geopolitik yang bergejolak telah membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur BI Perry Warjiyo turut angkat bicara. Sri Mulyani menyebut dinamika politik keamanan berpengaruh signifikan terhadap tren ekonomi dunia. Sementara Perry Warjiyo memprediksi pertumbuhan ekonomi global akan melambat, ditandai dengan rendahnya volume perdagangan dunia dan meningkatnya disrupsi rantai pasokan global. Inflasi yang meroket di negara maju dan berkembang juga memaksa bank sentral berbagai negara menerapkan kebijakan moneter agresif.

Related Post
Di tengah ketidakpastian ini, Robert Kiyosaki, penulis buku keuangan best-seller "Rich Dad Poor Dad", memberikan saran investasi yang mengejutkan. Melalui akun X-nya pada 1 Desember lalu, Kiyosaki memperingatkan potensi keruntuhan pasar dan depresi hebat. Ia menyebut "tiga antek" – Gedung Putih, Departemen Keuangan AS, dan Federal Reserve – sebagai indikator krisis yang akan datang. "Kemungkinan depresi hebat berikutnya [terjadi]. Mungkin perang," tulisnya. "Beli emas, perak, dan Bitcoin," tegas Kiyosaki sebagai benteng pertahanan terbaik.

Namun, perlu dicatat bahwa Kiyosaki dikenal sebagai kritikus keras pemerintah dan lembaga keuangan. Ia kerap melontarkan kecaman terhadap Federal Reserve dan lembaga lain, bahkan menyebut mereka sebagai "keluarga Adams" dan "kartun yang membunuh perekonomian". Menurutnya, pemerintah kurang peduli pada rakyatnya. Satu-satunya cara melindungi diri, menurut Kiyosaki, adalah dengan bekerja keras, berhemat, dan berinvestasi pada aset seperti emas, perak, dan Bitcoin.
Kiyosaki juga dikenal sebagai penentang investasi konvensional seperti uang kertas, saham, obligasi, reksa dana, dan ETF. Ia menganggap aset-aset tersebut tidak berharga dan hanya cocok untuk masyarakat miskin dan kelas menengah yang bekerja keras namun tetap terjebak dalam siklus pendapatan yang terpakai untuk pajak dan kebutuhan hidup. Peringatan Kiyosaki ini sejalan dengan pandangannya sebelumnya tentang pentingnya literasi keuangan dan strategi investasi yang tepat.




Tinggalkan komentar