Haluannews Ekonomi – Lonjakan permintaan pembiayaan menjelang Natal dan Tahun Baru membuat industri multifinance dihadapkan pada tantangan unik. Presiden Direktur CIMB Niaga Finance, Ristiawan Suherman, mengungkapkan peningkatan signifikan ini didorong oleh upaya nasabah untuk menghindari kenaikan PPN 12% dan tarif opsen pajak kendaraan yang akan berlaku awal 2025.

Related Post
Hingga November 2024, CIMB Niaga Finance membukukan pertumbuhan kredit yang mengesankan, hampir 20% (yoy). Proyeksi akhir tahun bahkan lebih optimistis, menargetkan kenaikan hingga 25% (yoy). Suherman berharap pemerintah mempertimbangkan penundaan implementasi PPN 12% dan opsen pajak kendaraan 66%, agar pertumbuhan pembiayaan kendaraan tetap berlanjut di tahun 2025.

Dampak potensial dari kebijakan pajak baru ini terhadap industri multifinance menjadi sorotan utama. Dalam wawancara eksklusif di program Power Lunch Haluannews.id (Selasa, 24/12/2024), Bramudya Prabowo menggali lebih dalam strategi CIMB Niaga Finance dan industri multifinance secara keseluruhan untuk menghadapi tantangan dan mempertahankan kinerja positif di tahun 2025. Simak selengkapnya dalam video wawancara tersebut untuk mengetahui strategi jitu yang diterapkan.




Tinggalkan komentar