Haluannews Ekonomi – Pasar keuangan Indonesia saat ini dihadapkan pada gelombang ketidakpastian yang tinggi, dipicu oleh berbagai sentimen baik dari global maupun domestik. Di tengah tekanan ini, Direktur Utama BRI Manajemen Investasi, Arief Budiman, melihat adanya peluang emas bagi investor untuk melakukan akumulasi beli pada sektor-sektor tertentu yang memiliki prospek jangka panjang.

Related Post
Gejolak global, terutama memanasnya konflik di Timur Tengah, telah memicu kenaikan harga minyak dunia yang signifikan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada biaya energi, tetapi juga mengganggu rantai pasok global, khususnya untuk pupuk dan komoditas pangan. Imbasnya, tekanan inflasi meningkat, yang pada gilirannya membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dari dalam negeri, sentimen terkait peninjauan MSCI dan outlook dari Fitch Ratings turut menambah daftar kekhawatiran pelaku pasar, menyebabkan pasar saham, Surat Berharga Negara (SBN), dan nilai tukar Rupiah mengalami tekanan.

Meskipun demikian, Arief Budiman menegaskan bahwa kondisi pasar yang bergejolak justru bisa menjadi momen strategis. Menurutnya, investor yang jeli masih dapat menemukan prospek investasi jangka panjang. Kuncinya adalah memilih sektor-sektor yang memiliki fundamental kuat dan relatif tidak terlalu sensitif terhadap perubahan suku bunga. Sektor-sektor ini diyakini mampu bertahan dan memberikan imbal hasil optimal di tengah fluktuasi ekonomi.
Pandangan ini memberikan angin segar bagi para pengelola dana jumbo maupun investor individu yang tengah mencari arah di tengah badai ketidakpastian. Strategi akumulasi beli pada aset-aset berkualitas tinggi dengan prospek jangka panjang menjadi rekomendasi utama. Penjelasan lebih lanjut mengenai bagaimana pengelola dana besar menyikapi gejolak pasar modal dan potensi investasi terkini telah dibahas dalam dialog eksklusif Syarifah Rahma dengan Arief Budiman di program Squawk Box Haluannews.id pada Jumat, 13 Maret 2026.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar