Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam, terperosok 3,22% ke level 7.863,32 pada perdagangan sesi siang hari ini. Data menunjukkan, sebanyak 646 saham mengalami penurunan, hanya 103 saham yang berhasil menguat, dan 207 saham stagnan. Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp 19,1 triliun, melibatkan 28,84 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,14 juta transaksi. Akibatnya, kapitalisasi pasar menyusut menjadi Rp 14.638 triliun.

Related Post
Seluruh sektor saham terpantau berada di zona merah. Sektor utilitas, energi, dan teknologi mencatatkan penurunan terdalam, memimpin pelemahan IHSG. Saham-saham milik konglomerat seperti DSSA, BREN, dan BRPT menjadi pemberat utama indeks.

Lukman Leong, Analis mata uang dari Doo Financial Futures, menjelaskan bahwa anjloknya IHSG dipicu oleh meningkatnya ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat. "Kondisi ini memberikan sentimen negatif bagi IHSG, terutama pada saham-saham sektor pertambangan dan industri," ujarnya.
Lebih lanjut, Lukman menambahkan bahwa koreksi IHSG juga merupakan imbas dari pencapaian rekor tertinggi (ATH) yang belum lama ini diraih. Kenaikan indeks hingga menembus level 8.000 sebelumnya didorong oleh sentimen risk on global seiring dengan euforia kecerdasan buatan (AI). "Kondisi ini menyebabkan overbought dan memicu aksi profit taking," pungkasnya. Investor disarankan untuk berhati-hati dan mencermati perkembangan pasar global.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar