IHSG Meroket! Saham-Saham Ini Jadi Pahlawan

IHSG Meroket! Saham-Saham Ini Jadi Pahlawan

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai pekan dengan performa positif, ditutup menguat pada sesi pertama perdagangan Senin (30/6/2025). Penguatan sebesar 0,24% atau 16,59 poin ini membawa IHSG ke level 6.913,99. Dari 351 saham yang menguat, 227 saham melemah, dan 2603 saham stagnan. Kapitalisasi pasar pun meningkat menjadi Rp 12.166 triliun. Nilai transaksi hingga tengah hari mencapai Rp 6,69 triliun dengan volume 10,83 miliar saham dalam 681.900 kali transaksi.

COLLABMEDIANET

Kenaikan IHSG didorong hampir seluruh sektor perdagangan, dengan sektor konsumer non primer dan kesehatan mencatatkan kenaikan tertinggi. Hanya sektor energi, finansial, dan properti yang mengalami koreksi. Telkom Indonesia (TLKM) menjadi penopang utama dengan kontribusi 6,84 poin indeks, disusul MBMA, BRPT, MDKA, dan TPIA.

IHSG Meroket! Saham-Saham Ini Jadi Pahlawan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Meskipun pasar keuangan global masih dibayangi tensi geopolitik—dari krisis nuklir hingga peningkatan serangan drone—serta padatnya antrean IPO (initial public offering) di dalam negeri, pergerakan positif Wall Street dan bursa global menjadi katalis positif bagi IHSG dan rupiah. Delapan emiten baru siap meramaikan bursa, sementara data inflasi, PMI Manufaktur, dan neraca perdagangan menjadi sentimen penting sepanjang pekan.

Data inflasi Juni dan neraca perdagangan Mei 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS) akan dirilis Selasa (1/7/2025). IHK diprediksi naik secara bulanan (mtm), berbalik dari deflasi 0,37% (mtm) pada Mei 2025. Meski demikian, IHK Mei 2025 masih mencatat inflasi 1,6% (yoy). BPS juga akan merilis data neraca perdagangan Mei 2025 yang sebelumnya diumumkan surplus US$ 4,9 miliar oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, lebih tinggi dari surplus April sebesar US$ 160 juta. Meskipun surplus, Sri Mulyani mengingatkan potensi dampak negatif kondisi global terhadap kinerja neraca dagang.

Data PMI Manufaktur Juni 2025 dari S&P Global, yang juga akan dirilis Selasa (1/7/2025), akan menjadi sorotan. Aktivitas manufaktur Indonesia kembali mengalami kontraksi pada Mei 2025, memperpanjang tren negatif selama dua bulan berturut-turut. PMI manufaktur Mei 2025 tercatat 47,4, lebih baik dari 46,7 pada April 2025.

Investor juga akan mencermati delapan IPO jumbo sepanjang Juli, termasuk PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang menargetkan dana Rp2,37 triliun, dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), bursa kripto pertama yang listing di BEI. Enam emiten lain juga akan melakukan IPO, menambah dinamika pasar.

Sentimen eksternal juga perlu diwaspadai. Data aktivitas manufaktur China Juni 2025 dari S&P Global dan pidato Chairman The Fed Jerome Powell pada Selasa (1/7/2025) akan menjadi perhatian. Data pembukaan lowongan pekerjaan (JOLTs) Mei 2025, penggajian selain pertanian (NPF), dan tingkat pengangguran Juni 2025 juga akan mempengaruhi sentimen pasar.

Dengan berbagai dinamika ini, investor perlu memiliki strategi portofolio yang adaptif terhadap risiko eksternal dan peluang domestik.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar