Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa gemilang pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (25/2/2026), bangkit secara signifikan setelah sempat tertekan pada sesi sebelumnya. Pasar modal domestik langsung tancap gas, dengan IHSG melonjak tajam 87 poin atau setara 1,06%, mencapai level 8.367,05.

Related Post
Optimisme investor terlihat jelas dari data perdagangan awal. Sebanyak 369 saham berhasil membukukan kenaikan, jauh melampaui 133 saham yang melemah, sementara 166 saham lainnya terpantau stagnan. Aktivitas transaksi juga cukup ramai, dengan nilai mencapai Rp 1,43 triliun yang melibatkan 3,09 miliar saham dalam 189.924 kali transaksi. Imbasnya, kapitalisasi pasar kembali bertengger di atas angka psikologis Rp 15.000 triliun.

Kekuatan pasar hari ini merata di seluruh sektor, dengan sektor kesehatan, barang baku, dan infrastruktur mencatatkan penguatan paling impresif. Beberapa saham menjadi sorotan utama karena volume transaksinya yang tinggi, di antaranya adalah Bumi Resources (BUMI) dan Bank Central Asia (BBCA).
Namun, bintang utama penggerak indeks pada awal perdagangan adalah saham Bank Mega (MEGA). Emiten perbankan ini melesat kencang hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA), memberikan kontribusi signifikan sebesar 11,08 poin terhadap kenaikan IHSG. Tak hanya MEGA, saham BBCA dan Telkom Indonesia (TLKM) juga turut menjadi penopang kuat dengan sumbangan masing-masing 9,47 poin dan 4,26 poin. Sejumlah emiten blue chip lainnya seperti ASII, BBRI, AMMN, dan BREN juga turut andil dalam mendongkrak indeks pagi ini.
Sentimen positif tidak hanya datang dari dalam negeri. Pasar Asia-Pasifik secara keseluruhan juga terpantau menguat pada hari Rabu, mengikuti jejak reli sektor teknologi di Wall Street. Optimisme ini dipicu oleh meredanya kekhawatiran terkait potensi disrupsi yang disebabkan oleh kecerdasan buatan (AI) pada industri tertentu.
Di kawasan Asia, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,9% pada perdagangan awal. Sementara itu, Nikkei 225 Jepang melesat lebih dari 1% mencapai rekor tertinggi baru, meskipun Topix hanya naik tipis. Indeks Kospi Korea Selatan juga tak mau ketinggalan, melonjak 1,11% dan berhasil menembus angka psikologis 6.000 untuk pertama kalinya. Saham-saham unggulan seperti SK Hynix dan Samsung Electronics masing-masing naik 0,6% dan 0,88%. Indeks Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil juga bertambah 0,16%. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 26.763, lebih tinggi dari penutupan terakhir HSI di 26.590,32.
Di pasar komoditas, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,61% menjadi $66,03 per barel, menambah daftar sentimen positif global. Investor juga akan mencermati pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan nanti malam.
Sebelumnya, pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, juga mengakhiri perdagangan semalam dengan penguatan, dipimpin oleh lonjakan saham Advanced Micro Devices (AMD) dan perusahaan perangkat lunak lainnya. Saham AMD melonjak 8,8% setelah Meta Platforms mengumumkan kesepakatan multi-tahun untuk penyebaran hingga 6 gigawatt unit pemrosesan grafis AMD bagi pusat data AI mereka. Kemitraan ini juga mencakup investasi Meta di AMD melalui waran berbasis kinerja hingga 160 juta saham. Perkembangan ini terjadi seminggu setelah Meta juga menyatakan akan menggunakan jutaan chip Nvidia dalam pembangunan pusat datanya, yang membuat saham perusahaan chip AI favorit tersebut naik 0,7%.
Indeks S&P 500 naik 0,77% dan ditutup pada 6.890,07, sementara Nasdaq Composite menguat 1,04% dan berakhir di 22.863,68. Indeks Dow Jones Industrial Average juga bertambah 370,44 poin, atau 0,76%, dan ditutup pada 49.174,50. Penguatan Dow didukung oleh kenaikan hampir 2% pada saham Home Depot setelah pendapatan perusahaan melampaui ekspektasi untuk pertama kalinya dalam setahun. Saham IBM, yang sempat anjlok pada hari perdagangan sebelumnya akibat kekhawatiran AI, juga berhasil membukukan keuntungan.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar