Haluannews Ekonomi – IHSG kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (25/6/2025), setelah sehari sebelumnya berhasil menguat. Penurunan sebesar 0,54% atau 37 poin, membawa indeks ke level 6.832,14. Nilai transaksi mencapai Rp 12,98 triliun dengan volume 22,58 miliar saham diperdagangkan dalam 1,19 juta kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, 401 saham melemah, 212 saham menguat, dan 186 saham stagnan.

Related Post
Yang menjadi sorotan adalah aksi jual besar-besaran oleh investor asing. Data Haluannews.id mencatat net sell asing mencapai Rp 931,09 miliar di seluruh pasar, dan bahkan mencapai Rp 1,01 triliun di pasar reguler. Meskipun ada pembelian di pasar negosiasi dan tunai senilai Rp 77,64 miliar, angka ini tak mampu membendung derasnya arus modal asing yang keluar.

Berdasarkan data Stockbit, beberapa saham menjadi sasaran utama aksi jual asing. Saham-saham perbankan mendominasi daftar tersebut, menunjukkan sentimen negatif yang cukup kuat terhadap sektor ini. Berikut sepuluh saham dengan net foreign sell terbesar:
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) – Rp 503,71 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) – Rp 358,30 miliar
- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) – Rp 58,37 miliar
- PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) – Rp 32,30 miliar
- PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) – Rp 24,94 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) – Rp 24,26 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) – Rp 22,31 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) – Rp 20,30 miliar
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) – Rp 16,33 miliar
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) – Rp 16,32 miliar
Aksi jual besar-besaran ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai prospek IHSG ke depan. Para pelaku pasar perlu mencermati perkembangan ekonomi makro dan sentimen global untuk mengantisipasi pergerakan pasar selanjutnya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar