IHSG Menguat Meski Asing Jual Saham

IHSG Menguat Meski Asing Jual Saham

haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa positif pada perdagangan sesi I, Selasa (6/10/2026). Pasar modal Indonesia mencatatkan penguatan yang cukup signifikan dengan kenaikan sebesar 77,23 poin atau tumbuh 1,26 persen, sehingga membawa indeks ke level 6.196,09. Namun, di balik geliat positif indeks tersebut, arus modal asing justru menunjukkan tren keluar yang cukup besar.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan data terbaru, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) senilai Rp273,81 miliar sepanjang perdagangan sesi pertama. Jika dirinci, total nilai pembelian oleh investor asing mencapai Rp1,85 triliun, sementara nilai penjualan mereka menembus angka Rp2,12 triliun. Fenomena ini menunjukkan adanya aksi ambil untung atau relokasi dana oleh pemodal global di tengah kondisi pasar yang dinamis.

IHSG Menguat Meski Asing Jual Saham
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Meskipun terjadi tekanan jual secara agregat, terdapat anomali menarik di mana sejumlah saham justru mengalami akumulasi beli yang masif. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi primadona yang diborong asing dengan nilai mencapai Rp57,22 miliar. Selain BBRI, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) juga mencatat aliran dana masuk sebesar Rp25,63 miliar.

Daftar saham yang diborong asing lainnya meliputi PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) senilai Rp17,88 miliar, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) sebesar Rp16,62 miliar, dan PT Foresight Resources Tbk. (FORU) dengan nilai Rp13,87 miliar. Sebaliknya, saham-saham raksasa lainnya justru mengalami tekanan jual. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai mencapai Rp111,55 miliar. Selain itu, sektor perbankan dan telekomunikasi juga ikut tertekan, di antaranya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), serta PACK.

Sentimen pasar saat ini dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global dan domestik. Di pasar internasional, terdapat kontradiksi antara melambatnya aktivitas jasa di Jepang dengan penguatan sektor jasa di zona Euro. Namun, kekhawatiran akan inflasi yang belum reda di Eropa menjadi catatan penting bagi para investor terkait risiko kebijakan moneter ketat.

Fokus pasar global kini tertuju pada pidato Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda serta rilis data neraca perdagangan Amerika Serikat. Di sisi lain, pasar obligasi AS juga mengalami guncangan setelah imbal hasil (yield) US Treasury tenor panjang melonjak ke level tertinggi dalam dua dekade terakhir. Kenaikan imbal hasil Treasury 10 tahun dan 30 tahun ini dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed.

Sementara itu, di pasar modal domestik, antrean penawaran umum menjadi sorotan utama. OJK mencatat terdapat 29 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif mencapai Rp26,47 triliun. Hingga September, total penghimpunan dana melalui penawaran umum telah menyentuh Rp186,03 triliun, mendekati target tahunan sebesar Rp250 triliun. Hal ini mengindikasikan bahwa korporasi di Indonesia masih sangat mengandalkan pasar modal sebagai instrumen utama untuk memperkuat struktur permodalan mereka.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar