haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan sesi pertama, Jumat (2/10/2026). Bursa saham Indonesia berhasil mencatatkan penguatan yang cukup signifikan di tengah dinamika pasar global yang masih penuh ketidakpastian.

Related Post
Sejak bel pembukaan berbunyi, indeks langsung bergerak ke zona hijau. IHSG tercatat berada di level 6.033,08, yang berarti mengalami kenaikan sebesar 23,58 poin atau tumbuh sekitar 0,39 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Sebagai informasi, pada penutupan perdagangan Kamis (1/10/2026), IHSG sempat berakhir di level 6.009,50.

Pergerakan indeks pada pagi ini terpantau cukup fluktuatif namun cenderung mengarah ke atas. Setelah dibuka pada level 6.018,08, indeks sempat menyentuh titik tertinggi di angka 6.035,36. Meski demikian, sempat terjadi koreksi tipis yang membawa indeks ke level terendahnya di angka 6.017,55 sebelum akhirnya kembali menguat.
Melihat aktivitas transaksi di lantai bursa, volume perdagangan yang tercatat sejauh ini mencapai 275,79 juta lot. Sementara itu, nilai transaksi yang mengalir di pasar modal Indonesia telah menyentuh angka Rp956,13 miliar. Perlu dicatat bahwa angka ini masih bersifat sementara karena data diambil pada menit-menit awal perdagangan. Seiring berjalannya waktu hingga penutupan sesi nanti, volume dan nilai transaksi diprediksi akan terus melonjak tajam.
Para pelaku pasar saat ini tengah bersikap waspada terhadap berbagai sentimen yang berpotensi memengaruhi arah gerak IHSG ke depan. Dari sisi domestik, perhatian investor tertuju pada sejumlah isu krusial, mulai dari isu perombakan atau reshuffle kabinet yang tengah hangat dibicarakan, hingga implementasi kebijakan short selling di pasar modal. Selain itu, pasar juga sedang memantau respons terhadap rilis data manufaktur, neraca perdagangan, serta angka inflasi dalam negeri yang akan menjadi indikator kesehatan ekonomi nasional.
Tak hanya faktor lokal, tekanan dari pasar global juga diprediksi akan membayangi pergerakan indeks sepanjang hari ini. Ketegangan geopolitik terkait konflik perang yang masih berlangsung serta fluktuasi harga minyak dunia menjadi variabel yang patut diwaspadai.
Sentimen dari Amerika Serikat diperkirakan akan menjadi motor penggerak utama volatilitas pasar hari ini. Investor tengah menanti rilis data ekonomi penting dari Negeri Paman Sam, seperti lonjakan US Treasury, data klaim pengangguran, indeks manufaktur ISM, hingga data tenaga kerja non-farm payrolls yang sangat berpengaruh terhadap kebijakan suku bunga global. Selain itu, data inflasi dari Zona Euro dan tingkat pengangguran di Jepang juga turut menambah kompleksitas situasi pasar keuangan internasional saat ini.










Tinggalkan komentar