IHSG Anjlok Parah Investor Wajib Tahu Ini

IHSG Anjlok Parah Investor Wajib Tahu Ini

haluannews.id – Pasar modal Indonesia kembali diwarnai sentimen negatif pada Senin 29 Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan IHSG harus menutup sesi perdagangan dengan koreksi signifikan di tengah aktivitas transaksi yang cenderung lesu. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan investor mengenai arah pasar ke depan.

COLLABMEDIANET

IHSG tercatat anjlok 7534 poin atau setara 128 persen. Penurunan tajam ini membawa indeks parkir di level 582079. Data perdagangan menunjukkan dominasi saham-saham yang melemah sebanyak 467 emiten terperosok sementara hanya 228 saham yang berhasil menguat dan 264 lainnya stagnan.

IHSG Anjlok Parah Investor Wajib Tahu Ini
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Volume transaksi harian terpantau sangat minim sepanjang hari. Total nilai transaksi hanya mencapai Rp 869 triliun melibatkan 1329 miliar saham dalam 121 juta kali transaksi. Angka ini jauh di bawah rata-rata. Sebagai perbandingan rata-rata nilai transaksi harian pada pekan sebelumnya sudah merosot 2913 persen menjadi Rp 1758 triliun. Bahkan jika dibandingkan dengan pekan terakhir bulan sebelumnya penurunan rata-rata transaksi harian mencapai 3806 persen.

Penurunan IHSG kali ini tak lepas dari tekanan kuat saham-saham berkapitalisasi besar. Tiga emiten bank raksasa yakni BBCA BMRI dan BBRI menjadi penyumbang terbesar 54 persen dari total nilai transaksi hari ini. Khususnya BBCA menjadi penekan utama indeks dengan kontribusi minus 2342 poin setelah sahamnya terkoreksi 405 persen ke level 5925.

Selain BBCA sejumlah saham blue chip lainnya juga turut membebani pergerakan IHSG. Di antaranya adalah TLKM BREN BBRI BMRI BRPT hingga ASII yang masuk daftar top laggards. Sementara itu di sisi lain hanya segelintir saham yang mampu menjadi penopang. MPRO memimpin daftar top movers dengan kenaikan 1437 persen menyumbang 379 poin. Disusul oleh ENRG DSSA dan SUPA meskipun dengan bobot kontribusi yang jauh lebih kecil.

Volatilitas pasar juga terlihat sangat tinggi sepanjang hari. IHSG sempat dibuka di zona hijau dan menyentuh level tertinggi 594277 atau naik 07 persen di awal perdagangan. Namun euforia tersebut hanya bertahan sekitar 20 menit sebelum indeks berbalik arah dan terjun bebas ke zona merah hingga penutupan.

Pekan ini pasar keuangan diprediksi akan menghadapi serangkaian sentimen penting baik dari dalam maupun luar negeri. Fokus utama pelaku pasar akan tertuju pada rilis data inflasi Indonesia dan neraca perdagangan. Dari kancah global laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat berpotensi besar mengubah ekspektasi arah suku bunga global.

Selain itu perkembangan konflik geopolitik yang masih bergejolak juga akan terus dicermati investor. Data aktivitas manufaktur China inflasi kawasan Eropa serta pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh juga menjadi agenda penting. Seluruh rangkaian data dan peristiwa ini diperkirakan akan menjadi penentu utama pergerakan nilai tukar rupiah IHSG pasar obligasi hingga harga komoditas sepanjang pekan ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar