Haluannews Ekonomi – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah mengukuhkan posisinya sebagai pionir ‘Bank Emas’ di Tanah Air, setelah diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025. Dengan menawarkan layanan komprehensif untuk penitipan dan perdagangan emas, BSI berhasil mencatatkan kinerja gemilang. Hingga Desember 2025, layanan bullion BSI mencatatkan penjualan fantastis mencapai 2,18 ton emas, sebuah indikator kuat tingginya minat masyarakat terhadap investasi logam mulia.

Related Post
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengungkapkan bahwa lonjakan harga emas yang konsisten menjadi katalis utama di balik tingginya minat transaksi pada layanan bullion bank mereka. Layanan tabungan emas BSI, yang semakin meluas, terbukti sangat efektif dalam menjaring nasabah dari kalangan generasi milenial dan Gen Z, menunjukkan adaptasi bank terhadap preferensi investasi kaum muda yang semakin melek digital dan investasi.

Data sepanjang tahun 2025 menunjukkan performa impresif BSI dalam akuisisi nasabah. Bank ini berhasil menambah 2 juta nasabah baru, dengan 500 ribu di antaranya merupakan penabung emas yang memanfaatkan layanan bullion. Tidak hanya itu, platform digital unggulan BSI, Super App BYOND By BSI, mencatat total 450 juta transaksi per November 2025. Dari jumlah tersebut, 1 juta transaksi secara spesifik berasal dari layanan bullion bank, menggarisbawahi digitalisasi layanan emas yang sukses dan kemudahan akses bagi para investor.
Pencapaian luar biasa ini terungkap dalam dialog eksklusif antara Syarifah Rahma dengan Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), Anggoro Eko Cahyo, dalam program Power Lunch yang disiarkan oleh Haluannews.id pada Jum’at, 06 Februari 2026.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar