Haluannews Ekonomi – Dinamika harga batu bara global kembali memanas, bahkan cenderung anjlok, setelah Indonesia mengambil langkah strategis dengan mengumumkan kebijakan ekspor satu pintu untuk sejumlah komoditas vital, termasuk batu bara. Langkah ini, yang berpotensi mengubah lanskap perdagangan komoditas, sontak menempatkan Indonesia, khususnya entitas BUMN yang bertanggung jawab atas ekspor, dalam sorotan tajam komunitas internasional.

Related Post
Data terbaru menunjukkan, kontrak berjangka batu bara termal untuk pengiriman Mei 2026 kini diperdagangkan di level US$132 per ton. Angka ini mencerminkan penurunan signifikan dari puncaknya di US$146 per ton yang tercatat pada akhir Maret lalu, sebuah level tertinggi dalam 18 bulan terakhir. Pergerakan harga yang ketat ini mengindikasikan respons pasar terhadap berbagai faktor, termasuk kebijakan baru dari Jakarta yang bertujuan untuk mengatur alur ekspor komoditas strategis. Penurunan harga yang terjadi setelah pengumuman kebijakan ini menjadi perhatian utama para pelaku pasar global, yang kini menanti dampak jangka panjang dari regulasi tersebut terhadap pasokan dan permintaan batu bara dunia.

Editor: Rohman











Tinggalkan komentar