BP Jual Castrol! Raksasa Minyak Pangkas Utang Triliunan Rupiah

Related Post
Raksasa minyak asal Inggris, BP, mengumumkan kesepakatan strategis untuk melepas 65% saham unit bisnis pelumas ikonik Castrol kepada perusahaan ekuitas swasta AS, Stonepeak, dengan estimasi nilai transaksi sekitar US$6 miliar. Langkah ini menjadi pilar utama dalam agenda divestasi agresif BP senilai US$20 miliar yang bertujuan mereduksi utang korporasi dan menggenjot profitabilitas perusahaan.

Merujuk laporan yang diterima Haluannews.id, transaksi yang diumumkan pada Rabu ini mengindikasikan valuasi Castrol mencapai US$10,1 miliar secara keseluruhan, menjadikannya divestasi aset paling ambisius yang pernah dilakukan BP. Perusahaan ini memang tengah gencar merampingkan portofolio operasionalnya dan memangkas investasi di sektor energi terbarukan, menyusul performa saham yang tertinggal dari kompetitornya selama beberapa tahun terakhir.
Dalam skema baru ini, BP akan tetap memegang 35% saham dalam entitas usaha patungan (joint venture) yang dibentuk bersama Stonepeak. Kepemilikan ini berpotensi untuk dilepas setelah periode penguncian (lock-up) selama dua tahun. Respons pasar cukup positif; saham BP sempat melonjak lebih dari 1% pada Rabu, meskipun kemudian sedikit terkoreksi menjelang tengah hari GMT.
Kendati valuasi Castrol secara keseluruhan mencapai US$10,1 miliar, analis dari RBC mencatat bahwa nilai perusahaan akan menyusut menjadi sekitar US$8 miliar setelah disesuaikan dengan kepentingan minoritas dan berbagai kewajiban, termasuk utang. Analis RBC, dalam laporannya yang dikutip Haluannews.id pada Kamis (25/12/2025), mempertanyakan strategi divestasi aset yang dikenal sebagai penghasil arus kas kuat, berisiko rendah, dan minim kebutuhan modal ini. Mereka berpendapat bahwa langkah tersebut berpotensi menggerus keberlanjutan dividen jangka panjang dan kualitas pendapatan bisnis. "Pembayaran dividen yang dipercepat memang akan membantu mereduksi utang, namun jelas akan mengorbankan proyeksi arus kas dalam jangka menengah," imbuh mereka.
Transaksi ini, yang juga mencakup pembayaran dividen dipercepat senilai US$800 juta, merupakan buah dari peninjauan strategis BP terhadap unit bisnis pelumas berusia seabad tersebut sejak awal tahun. Keputusan ini selaras dengan strategi yang lebih luas untuk kembali fokus pada bisnis inti minyak dan gas. Dana hasil penjualan saham Castrol secara spesifik akan dialokasikan untuk mereduksi utang korporasi. BP memproyeksikan finalisasi kesepakatan ini akan rampung pada akhir tahun 2026. Perusahaan menargetkan penurunan utang bersihnya, yang saat ini mencapai US$26 miliar, menjadi kisaran US$14 miliar hingga US$18 miliar pada akhir tahun 2027.
Dengan rampungnya kesepakatan Castrol ini, total nilai divestasi yang telah direalisasikan dan diumumkan oleh BP kini mencapai sekitar US$11 miliar. Secara terpisah, Stonepeak mengonfirmasi bahwa Canada Pension Plan Investment Board (CPPIB) akan berpartisipasi dengan menginvestasikan hingga US$1,05 miliar, memperoleh kepemilikan saham tidak langsung di Castrol sebagai bagian dari transaksi.
Stonepeak, sebagai firma ekuitas swasta yang berorientasi pada infrastruktur, dikenal memiliki portofolio investasi pada aset riil seperti sektor energi dan properti, dengan fokus pada aset yang menjanjikan pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang. Proses penjualan Castrol sendiri telah bergulir sejak awal tahun ini. Pada September, Stonepeak bersama firma ekuitas swasta One Rock dilaporkan telah mengajukan penawaran untuk unit bisnis tersebut, sebagaimana diinformasikan sebelumnya oleh Haluannews.id. Sementara itu, pada Agustus, BP juga telah mengumumkan rencana untuk meninjau opsi terbaik dalam mengembangkan dan memonetisasi aset produksi minyak dan gasnya, sembari mempertimbangkan langkah-langkah efisiensi biaya tambahan guna meningkatkan imbal hasil bagi pemegang saham.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar