Badai 2025 Hantam Pelayaran RI: ELPI Ungkap Kunci Bertahan!

Related Post
Jakarta – Industri pelayaran nasional diprediksi akan menghadapi tahun yang penuh gejolak pada 2025. Direktur PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), Efily Kusumadewi, menyebut sektor ini berada dalam fase ‘bertahan’ di tengah tekanan ekonomi global dan lonjakan biaya logistik di Tanah Air.

Kondisi pertumbuhan bisnis pelayaran yang menantang ini diperparah dengan anjloknya harga komoditas utama seperti batu bara, yang secara langsung memukul pendapatan operator pelayaran. Untuk menjaga kelangsungan bisnis dan eksistensi di pasar, ELPI dan perusahaan sejenis dituntut untuk melakukan efisiensi serta optimasi biaya operasional kapal secara maksimal.
Menyikapi tantangan tersebut, ELPI secara proaktif memodernisasi armadanya. Kapal kargo, tug & barge, serta Landing Craft Tank (LCT) milik ELPI terus diperbarui, baik dari segi desain maupun teknologi, dengan fokus pada keberlanjutan operasional dan peningkatan efisiensi bahan bakar.
Meskipun demikian, Efily tetap menunjukkan optimisme terhadap prospek jangka panjang bisnis pelayaran di Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, kebutuhan akan transportasi laut untuk angkutan penumpang, barang, logistik lepas pantai (offshore), hingga dukungan galangan kapal (shipyard) dinilai masih sangat besar dan menjanjikan. Potensi pasar yang luas ini menjadi fondasi kuat bagi industri untuk bangkit dan berkembang di masa depan.
Wawasan mendalam mengenai tantangan dan strategi bertahan industri pelayaran ini disampaikan Efily Kusumadewi dalam dialog eksklusif bersama Sarah Ariantie di program Evening Up, Haluannews.id, pada Jumat, 19 Desember 2025.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar