Haluannews Ekonomi – Geger! Kabar penjualan Hotel Grand Hyatt Jakarta yang beredar di media sosial beberapa hari terakhir langsung dibantah keras oleh PT Plaza Indonesia Realty Tbk. Informasi yang menyebut hotel bintang lima di jantung Ibu Kota itu dijual dengan harga fantastis Rp 12 triliun disebut tidak benar dan menyesatkan.

Related Post
Corporate Secretary PT Plaza Indonesia Realty Tbk, Umbas Rombe, dalam klarifikasinya pada Jumat (31/1), menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks dan mencemarkan nama baik perusahaan. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mengabaikan informasi yang belum terverifikasi. "Pernyataan ini sebagai klarifikasi kepada masyarakat dan agar menjadi perhatian bersama. Kami berhak untuk melakukan upaya hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegas Umbas.

Kabar penjualan Grand Hyatt Jakarta sebelumnya beredar luas di media sosial X, salah satunya diunggah oleh akun @AsepWitoko yang menampilkan penawaran hotel tersebut di sebuah marketplace dengan harga Rp 12 triliun. Unggahan tersebut dilengkapi dengan foto-foto hotel yang megah.
Namun, siapa sebenarnya pemilik Grand Hyatt Jakarta yang berdiri sejak awal 1990-an ini? Hotel tersebut dimiliki oleh PT Plaza Indonesia Realty Tbk, di mana PT Plaza Indonesia Investama (PII) memegang 96,61% sahamnya. PII sendiri sepenuhnya dimiliki oleh Dana Investasi Real Estate (DIRE) Simas Plaza Indonesia.
Susunan pemegang saham DIRE Simas Plaza Indonesia cukup menarik. Terdapat PT Bumi Serpong Damai Tbk (bagian dari konglomerasi Sinar Mas) dengan kepemilikan 38,83%, PT Indonesia Paradise Property Tbk (35,31%), Rosano Barack (5,95%), Hankyu Hanshin Properties Join LLC (19,9%), dan publik (0,01%). Nama Rosano Barack, ayah Reino Barack, semakin menambah daya tarik di balik kepemilikan hotel mewah ini. Ia juga dikenal sebagai pemilik perusahaan media, PT Global Mediacom Tbk.
Saat ini, Franky Oesman Widjaja (Sinar Mas) menjabat sebagai Komisaris Utama PT Plaza Indonesia Realty Tbk, sementara Rosana Barack sebagai Direktur Utama. Dengan demikian, keluarga Widjaja dan Barack masih memegang kendali atas Grand Hyatt Jakarta, membantah isu penjualan yang sempat viral tersebut.




Tinggalkan komentar