Gebrakan Morgan Stanley Jual Saham GOTO

Gebrakan Morgan Stanley Jual Saham GOTO

haluannews.id – Dinamika pasar modal Indonesia kembali dikejutkan oleh pergerakan salah satu raksasa keuangan global, Morgan Stanley and Co International PLC. Perusahaan investasi ternama ini dilaporkan melakukan aksi jual besar-besaran terhadap saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), yang memicu perhatian serius dari para pelaku pasar dan investor ritel di tanah air.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Morgan Stanley terpantau melepas sebanyak 450 juta lembar saham biasa milik emiten teknologi terbesar di Indonesia tersebut. Transaksi pelepasan aset ini dilakukan pada tanggal 23 September 2026 dengan harga eksekusi di level Rp27 per saham. Jika diakumulasikan, nilai transaksi penjualan ini mencapai angka yang cukup fantastis, yakni sekitar Rp12,15 miliar.

Gebrakan Morgan Stanley Jual Saham GOTO
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Langkah strategis ini diambil dengan tujuan investasi dan pengelolaan kepemilikan saham langsung. Perubahan ini secara otomatis berdampak pada komposisi kepemilikan Morgan Stanley di dalam struktur pemegang saham GOTO. Sebelum melakukan aksi jual, Morgan Stanley tercatat menguasai sebanyak 80.863.391.484 saham dengan total hak suara sebesar 7,0233%. Namun, pasca transaksi tersebut, jumlah kepemilikan mereka menyusut menjadi 80.413.391.484 saham, yang membuat persentase hak suara mereka terkoreksi menjadi 6,9842%.

Menariknya, aksi jual ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah Morgan Stanley melakukan aksi beli. Pada 18 September 2026, perusahaan investasi ini sempat menambah porsi kepemilikannya sebanyak 400 juta saham di harga yang sama, yakni Rp27 per saham. Transaksi pembelian tersebut memiliki nilai sekitar Rp10,8 miliar. Hal ini menunjukkan adanya strategi trading atau pengelolaan portofolio yang sangat dinamis dari pihak Morgan Stanley terhadap saham GOTO dalam rentang waktu yang sangat singkat.

Sentimen negatif dari aksi jual ini tampaknya langsung dirasakan oleh pasar. Harga saham GOTO mengalami tekanan hebat dan merosot tajam hingga 14,00% pada penutupan perdagangan terakhir. Saham tersebut kini bertengger di level Rp43 per lembar. Akibat penurunan harga yang signifikan ini, kapitalisasi pasar GOTO pun ikut tergerus hingga menyentuh angka Rp49,04 triliun.

Para analis pasar modal menilai bahwa fluktuasi yang dilakukan oleh investor institusi global seperti Morgan Stanley seringkali menjadi indikator psikologis bagi investor lainnya. Meskipun volume kepemilikan Morgan Stanley secara keseluruhan masih sangat besar, aksi jual dalam jumlah jutaan lembar saham dalam waktu singkat dapat menciptakan tekanan jual tambahan di pasar reguler. Investor kini tengah memantau apakah tren penurunan ini akan berlanjut atau justru menjadi momentum bagi investor lain untuk melakukan aksi beli di harga bawah.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar