Haluannews Ekonomi – Raksasa petrokimia milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), kembali menunjukkan agresivitasnya di pasar modal. Perseroan secara resmi mengumumkan rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific Tahap I Tahun 2025 dengan target perolehan dana segar mencapai Rp1,5 triliun. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan TPIA di tengah dinamika industri.

Related Post
Instrumen utang ini akan dibagi menjadi tiga seri, yaitu Seri A, Seri B, dan Seri C, yang masing-masing menawarkan tenor berbeda. Seri A akan jatuh tempo dalam 3 tahun (13 Januari 2029), Seri B dalam 5 tahun (13 Januari 2031), dan Seri C dalam 7 tahun (13 Januari 2033) sejak tanggal emisi. Dengan nilai pokok maksimal Rp1,5 triliun, obligasi ini akan diperdagangkan dalam satuan pemindahbukuan Rp1 atau kelipatannya, dengan suku bunga tetap yang akan ditentukan kemudian untuk setiap serinya.

Kualitas obligasi TPIA ini juga telah mendapatkan validasi dari lembaga pemeringkat terkemuka. Berdasarkan surat Pefindo No. RC-1214 PEF-DIR/IX/2025 tertanggal 30 September 2025, obligasi jangka panjang perseroan memperoleh peringkat idAA- (Double A Minus). Peringkat ini mencerminkan profil risiko yang kuat dan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban finansialnya, seperti diungkapkan dalam prospektus singkat yang diterima Haluannews.id pada Kamis (18/12/2025).
Seluruh dana bersih yang berhasil dihimpun dari aksi korporasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dialokasikan sepenuhnya untuk memperkuat modal kerja perseroan. Fokus utama penggunaan dana adalah untuk pembelian bahan baku produksi, sebuah langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan operasional dan mendukung volume produksi TPIA di tengah dinamika pasar petrokimia. Penguatan modal kerja ini vital untuk memastikan rantai pasok tetap lancar dan efisiensi produksi terjaga.
Bagi investor yang tertarik, berikut adalah perkiraan jadwal penting terkait penerbitan obligasi TPIA ini:
- Masa Penawaran Awal: 18 – 23 Desember 2025
- Tanggal Efektif: 30 Desember 2025
- Masa Penawaran Umum: 5 – 8 Januari 2026
- Tanggal Penjatahan: 9 Januari 2026
- Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan: 13 Januari 2026
- Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik: 1 Januari 2026
- Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia: 2 Januari 2026
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar