Haluannews Ekonomi – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil tindakan tegas terhadap 52 emiten yang lalai dalam menyampaikan laporan keuangan interim per 30 Juni 2025. Sanksi yang diberikan bervariasi, mulai dari peringatan tertulis hingga suspensi perdagangan saham dan denda mencapai Rp 150 juta.

Related Post
Manajemen BEI mengungkapkan bahwa hingga 29 Oktober 2025, puluhan perusahaan tersebut belum memenuhi kewajiban pelaporan keuangan semester I-2025 dan/atau belum melunasi denda keterlambatan. Hal ini diumumkan melalui keterbukaan informasi pada Kamis (30/10).

Kewajiban penyampaian laporan keuangan merupakan hal mutlak bagi emiten yang tercatat di BEI, sebagaimana diatur dalam ketentuan II.6.3. Peraturan Bursa Nomor I-H tentang Sanksi. BEI telah memberikan peringatan tertulis ketiga dan denda sebesar Rp150 juta kepada emiten yang belum memenuhi kewajiban tersebut.
Selain denda, BEI juga memberlakukan penghentian sementara perdagangan efek (suspensi) bagi emiten yang tidak mengindahkan peringatan. Suspensi diberlakukan mulai hari kalender ke-91 sejak batas waktu penyampaian laporan keuangan terlewati, atau jika emiten telah menyampaikan laporan keuangan namun belum membayar denda.
Berikut daftar 52 emiten yang terkena sanksi BEI:
1) PT Aksara Global Development Tbk (GAMA)
2) PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY)
3) PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)
4) PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS)
5) PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA)
6) PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS)
7) PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF)
8) PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI)
9) PT Cowell Development Tbk (COWL)
10) PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU)
11) PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL)
12) PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU)
13) PT Dosni Roha Indonesia Tbk (ZBRA)
14) PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA)
15) PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP)
16) PT Golden Plantation Tbk (GOLL)
17) PT HK Metals Utama Tbk (HKMU)
18) PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME)
19) PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE)
20) PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH)
21) PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK)
22) PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI)
23) PT Koka Indonesia Tbk (KOKA)
24) PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS)
25) PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA)
26) PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT)
27) PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA)
28) PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP)
29) PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB)
30) PT Nusantara Inti Corpora Tbk (UNIT)
31) PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE)
32) PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP)
33) PT Polaris Investama Tbk (PLAS)
34) PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL)
35) PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL)
36) PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO)
37) PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL)
38) PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT)
39) PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA)
40) PT Siwani Makmur Tbk (SIMA)
41) PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY)
42) PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)
43) PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT)
44) PT Sugih Energy Tbk (SUGI)
45) PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS)
46) PT Tianrong Chemicals Industry Tbk (TDPM)
47) PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS)
48) PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM)
49) PT Tri Banyan Tirta Tbk (ALTO)
50) PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE)
51) PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL)
52) PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI)
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar