Gawat! IHSG Terjun Bebas, Rp2.550 T Menguap dalam 4 Hari!

Gawat! IHSG Terjun Bebas, Rp2.550 T Menguap dalam 4 Hari!

Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia kembali diwarnai tekanan jual yang signifikan pada Kamis (29/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan mengalami penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada sesi pertama, sebelum akhirnya menutup sesi dengan koreksi 5,91% atau 492 poin, bertengger di level 7.828,47.

COLLABMEDIANET

Meskipun sempat anjlok hingga 10% pasca-dibukanya kembali trading halt, IHSG menunjukkan upaya pemangkasan koreksi yang cukup berarti. Aktivitas perdagangan tetap tinggi, dengan nilai transaksi mencapai Rp 32,75 triliun, melibatkan 42,91 miliar saham dalam 2,55 juta kali transaksi. Sebanyak 720 saham terpantau melemah, sementara hanya 65 saham yang menguat, dan 22 saham tidak bergerak.

Gawat! IHSG Terjun Bebas, Rp2.550 T Menguap dalam 4 Hari!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Aksi jual masif ini tidak hanya menekan saham-saham konglomerat, tetapi juga menyeret saham-saham blue chip. Investor tampak masih menahan diri, menunggu kejelasan dari otoritas terkait. Dampak dari tekanan ini sangat terasa, di mana sekitar Rp 2.550 triliun kapitalisasi pasar telah menguap dari bursa saham dalam empat hari terakhir.

Sentimen negatif yang membayangi IHSG salah satunya datang dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Indeks global ini menyoroti kekhawatiran investor internasional terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Meskipun ada perbaikan minor pada data free float dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), MSCI menilai hal tersebut belum cukup meyakinkan. Laporan Monthly Holding Composition Report dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga masih diperdebatkan keandalannya dalam mendukung penilaian free float dan kelayakan investasi.

Menyusul peringatan dari MSCI, bank investasi global Goldman Sachs turut menurunkan peringkat (rating) saham Indonesia menjadi "underweight". Analis Goldman Sachs, dalam laporan yang dikutip Haluannews.id dari Business Times, memperkirakan bahwa aksi jual pasif (passive selling) oleh investor global akan terus berlanjut. Mereka melihat keputusan MSCI sebagai indikasi adanya persoalan struktural di pasar saham Indonesia, khususnya terkait kepemilikan saham dan free float. Goldman Sachs memprediksi perkembangan ini akan menjadi "overhang" yang menahan kinerja pasar ke depan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar