Era Baru Garam Nasional: Investasi Triliunan, Ribuan Lapangan Kerja!

Era Baru Garam Nasional: Investasi Triliunan, Ribuan Lapangan Kerja!

Haluannews Ekonomi – Jakarta – Sektor garam nasional bersiap memasuki babak baru yang lebih modern dan mandiri. Danantara Indonesia, melalui anak usahanya PT Garam (Persero), secara resmi memulai groundbreaking tiga proyek strategis yang berfokus pada hilirisasi dan penguatan swasembada garam di Tanah Air. Inisiatif ambisius ini diperkirakan akan menambah kapasitas produksi garam hingga 380 ribu ton per tahun dan membuka ratusan peluang kerja baru.

COLLABMEDIANET

Direktur Utama PT Garam (Persero), Abraham Mose, dalam seremoni yang berlangsung pada Jumat (6/2/2026), menggarisbawahi pentingnya momen ini sebagai titik balik perusahaan. "Merupakan suatu kehormatan bagi PT Garam untuk menjadi bagian strategis dari upaya hilirisasi nasional. Momentum hari ini menegaskan transisi PT Garam dari sekadar komoditas menuju entitas industri garam yang modern, terintegrasi, berbasis teknologi mutakhir, dan berdaya saing global," ungkap Mose, sebagaimana dilaporkan Haluannews.id.

Era Baru Garam Nasional: Investasi Triliunan, Ribuan Lapangan Kerja!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Tiga proyek vital yang kini dalam tahap pembangunan tersebut meliputi:

  1. Pabrik Garam Bahan Baku Industri dengan Teknologi MVR di Sampang, Jawa Timur: Proyek ini dirancang untuk memproduksi 200 ribu ton garam per tahun. Investasi yang digelontorkan mencapai Rp 2 triliun dan diproyeksikan menyerap 200 tenaga kerja. Pelaksanaannya mengadopsi skema joint operation antara PT Garam, PT Putra Arga Binangun, dan China Engineering Indonesia, dengan penekanan pada efisiensi operasional dan keberlanjutan teknologi.
  2. Pabrik Garam Bahan Baku Industri dengan Teknologi MVR di Gresik, Jawa Timur: Berlokasi di Kabupaten Gresik, pabrik kedua ini menargetkan kapasitas produksi 100 ribu ton per tahun. Nilai investasi untuk proyek ini mencapai Rp 1 triliun, dengan potensi penyerapan 150 tenaga kerja.
  3. Pabrik Garam Olahan Segoro Madu di Gresik, Jawa Timur: Berbeda dengan dua proyek sebelumnya yang fokus pada bahan baku industri, pabrik ini akan memproduksi garam olahan dengan merek Segoro Madu. Kapasitas produksinya mencapai 80 ribu ton per tahun, dengan investasi sebesar Rp 112 miliar, dan diperkirakan akan menciptakan 200 lapangan kerja. "Proyek ini didanai sepenuhnya oleh PT Garam, menunjukkan komitmen internal perusahaan dalam memperkuat rantai nilai melalui produk bernilai tambah," jelas Abraham.

Secara akumulatif, ketiga proyek ini akan meningkatkan kapasitas produksi PT Garam sebesar 380 ribu ton per tahun, memperkuat pasokan garam untuk berbagai kebutuhan industri dan konsumsi domestik. Total investasi yang dialokasikan untuk ketiga proyek ini mencapai lebih dari Rp 3,1 triliun.

Abraham Mose menambahkan bahwa inisiatif ini hanyalah langkah awal. PT Garam telah merencanakan tujuh proyek groundbreaking lainnya sepanjang tahun ini, termasuk sebuah proyek signifikan di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, yang merupakan gagasan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Proyek-proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan representasi nyata dari transformasi PT Garam menuju industri garam yang terintegrasi, didukung oleh teknologi hilirisasi dan kemitraan strategis," tegas Abraham, menggambarkan visi jangka panjang perusahaan.

PT Garam menyampaikan apresiasi tinggi kepada Danantara Indonesia atas inisiasi dan dukungan konkretnya dalam mendorong agenda hilirisasi nasional. Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh bagi PT Garam untuk memberikan kontribusi substansial dalam menjaga ketahanan industri, menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan, dan mewujudkan kemandirian garam nasional.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar