Haluannews Ekonomi – Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) menjadi sorotan pasar modal hari ini, Rabu (22/01/2026), setelah mencatatkan transaksi jumbo senilai Rp 2,92 triliun di pasar negosiasi. Sebanyak 464.173.100 lembar saham EMAS berpindah tangan dengan harga rata-rata Rp 6.300 per saham.

Related Post
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi besar ini, maupun tujuan di balik aksi korporasi tersebut. Informasi ini masih menjadi misteri yang menarik perhatian para pelaku pasar.

Meskipun terjadi transaksi dengan nilai fantastis, pergerakan saham EMAS justru mengalami koreksi. Pada penutupan perdagangan, saham EMAS terkoreksi 6,3% ke level Rp 5.950. Padahal, harga tertinggi saham EMAS pada hari ini sempat menyentuh Rp 6.300, namun masih di bawah harga penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 6.350.
Namun, jika dilihat dari tren pergerakan saham EMAS dalam sebulan terakhir, terlihat adanya tren positif. Bahkan, sejak awal Desember 2025, saham EMAS telah melonjak 59,09% dari level Rp 3.740. Kenaikan signifikan ini menunjukkan daya tarik saham EMAS di mata investor.
Sebagai informasi tambahan, EMAS didukung oleh sejumlah nama besar di dunia bisnis Indonesia. Edwin Soeryadjaya dan Winato Kartono tercatat sebagai penerima manfaat akhir saham EMAS per 31 Desember 2025. Mereka mengendalikan EMAS melalui PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan kepemilikan 57,66%. Selain itu, Garibaldi ‘Boy’ Thohir juga memiliki saham EMAS secara tidak langsung melalui kepemilikan saham di MDKA sebesar 7,46%. Boy Thohir juga tercatat sebagai pemilik saham EMAS melalui kepemilikan saham di Saratoga Investama Sedaya, perusahaan yang dimilikinya bersama Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Salahudin Uno.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar