Ekonomi RI Siap Ngebut! Bank Mandiri Gelontorkan Rp 491 T untuk Infrastruktur

Ekonomi RI Siap Ngebut! Bank Mandiri Gelontorkan Rp 491 T untuk Infrastruktur

Haluannews Ekonomi – Jakarta – Bank Mandiri semakin mengukuhkan posisinya sebagai pilar vital dalam percepatan pembangunan nasional. Komitmen ini terwujud melalui penyaluran kredit infrastruktur yang mencatat pertumbuhan impresif, menjadi lokomotif penggerak ekonomi Indonesia. Langkah strategis ini merupakan bagian dari sinergi terintegrasi untuk memperkokoh fondasi ekonomi, memperluas konektivitas, dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat.

COLLABMEDIANET

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan bahwa langkah strategis ini sejalan dengan visi pemerintah yang menempatkan infrastruktur sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi. "Kami percaya, pembangunan infrastruktur yang kokoh akan menjadi tulang punggung konektivitas, memacu ekonomi kerakyatan, membuka lebih banyak lapangan kerja, dan mewujudkan pemerataan kesejahteraan di seluruh pelosok negeri," ujar Riduan pada Selasa (7/4) kepada Haluannews.id.

Ekonomi RI Siap Ngebut! Bank Mandiri Gelontorkan Rp 491 T untuk Infrastruktur
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Data terbaru hingga Februari 2026 menunjukkan total penyaluran kredit infrastruktur Bank Mandiri mencapai Rp 491,63 triliun. Angka ini melonjak signifikan sebesar 30,8% secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp 375,85 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Klasifikasi pembiayaan ini mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) No. 38 Tahun 2015, menandakan kapabilitas Bank Mandiri dalam pembiayaan komprehensif yang didukung oleh sinergi ekosistem layanan dari hulu hingga hilir.

Riduan merinci, pembiayaan tersebut merambah berbagai sektor krusial, mulai dari transportasi darat, laut, dan udara, sektor migas dan energi terbarukan, tenaga listrik, telematika, hingga perumahan rakyat dan fasilitas kota, serta konstruksi. Proyek-proyek strategis seperti pembangunan jalan tol, pengembangan pelabuhan, dan modernisasi jaringan kereta api menjadi bukti nyata dampak pembiayaan ini dalam meningkatkan konektivitas dan aktivitas ekonomi nasional.

"Sinergi antara sektor keuangan dan sektor riil ini adalah kunci penopang pembangunan. Infrastruktur bukan hanya tentang fisik, melainkan juga tentang meningkatkan efisiensi ekonomi, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan mendorong sektor-sektor produktif tumbuh pesat di berbagai daerah," tambahnya.

Secara spesifik, subsektor transportasi menjadi kontributor terbesar kredit infrastruktur Bank Mandiri dengan nilai Rp 118,03 triliun per Februari 2026, tumbuh 18,45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, subsektor konstruksi infrastruktur mencatat lonjakan pertumbuhan tertinggi, yakni 178,19% yoy, mencapai Rp 85,84 triliun. Pembiayaan untuk pembangunan jalan juga meningkat 11,08% secara tahunan menjadi Rp 54,84 triliun, dan telematika tercatat tumbuh 12,61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu hingga mencapai Rp 44,34 triliun.

Bank Mandiri optimis prospek sektor infrastruktur akan terus cerah, didukung oleh kelanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri sebagai bagian dari ekosistem Danantara berkomitmen untuk terus menyediakan beragam solusi pembiayaan adaptif dan berkelanjutan, termasuk skema sindikasi, guna mendukung pembangunan nasional.

"Kami bertekad menjadi bagian integral dari perjalanan Indonesia menuju kesejahteraan yang merata. Dengan pengalaman, jaringan luas, serta kapabilitas pembiayaan yang solid, Bank Mandiri siap menjadi mitra terpercaya dalam mewujudkan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan," pungkas Riduan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar