Haluannews Ekonomi – Ketidakpastian ekonomi global semakin meningkat tajam. Hal ini dipicu oleh kebijakan tarif baru Presiden AS Donald Trump dan meningkatnya tensi geopolitik, ungkap Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, dalam konferensi pers Selasa (8/7/2025). Situasi ini membuat lembaga internasional seperti Bank Dunia dan OECD menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk 2025 dan 2026, meskipun sempat ada sinyal positif dari hubungan dagang AS-China.

Related Post
"Kita perhatikan perkembangan terkini, khususnya keputusan AS terkait tarif impor sejumlah negara, termasuk Indonesia," ujar Mahendra. Gejolak di Timur Tengah, meski sedikit mereda berkat gencatan senjata, tetap menjadi perhatian. Harga minyak dan pasar keuangan masih rentan terhadap perkembangan di kawasan tersebut.

Kebijakan moneter AS juga menjadi sorotan. The Fed masih mempertahankan suku bunga acuan di level 4,25-4,5%, menunggu kejelasan dampak tarif terhadap inflasi. Di tengah badai global ini, Mahendra memastikan perekonomian domestik Indonesia masih terjaga. Inflasi terkendali, surplus neraca perdagangan, dan perbaikan di beberapa sektor menjadi indikator positif.
"OJK terus memantau dan melakukan asesmen berkala terhadap geopolitik global yang berpotensi meningkatkan volatilitas dan risiko debitur sektor riil dengan eksposur luar negeri," tegasnya. OJK juga meminta Lembaga Jasa Keuangan (LJK) untuk melakukan asesmen lanjutan dan mengambil langkah antisipatif guna mitigasi risiko.
Editor: Rohman




Tinggalkan komentar