Haluannews Ekonomi – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara berencana membanjiri pasar modal Indonesia pada penghujung tahun ini, dengan fokus memperkuat sisi penawaran dan permintaan. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menyambut positif langkah ini, meskipun belum menerima informasi resmi terkait pengajuan Initial Public Offering (IPO) dari perusahaan pelat merah tersebut.

Related Post
Jeffrey menyatakan bahwa dukungan Danantara akan memberikan dampak positif bagi pasar modal, baik dari sisi pasokan maupun permintaan. Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, menjelaskan bahwa IPO bukanlah prioritas dalam waktu dekat, melainkan mempersiapkan perusahaan-perusahaan di bawah naungan Danantara agar siap menjadi emiten yang berkualitas di BEI.

Dalam kesempatan yang sama, Pandu mengungkapkan rencana alokasi 80% dana investasi Danantara untuk pasar modal dalam negeri, melalui instrumen obligasi dan ekuitas saham. Sebelumnya, Danantara telah berkomitmen untuk menginvestasikan US$10 miliar (sekitar Rp165,92 triliun) dalam tiga bulan pertama, dimulai pada Oktober 2025, dengan 80% dana tersebut dialokasikan untuk investasi di dalam negeri.
Sebagai informasi, lembaga yang dibentuk oleh Presiden RI Prabowo Subianto ini mengalokasikan dana investasi awal sebesar US$20 miliar untuk 20 proyek strategis. Langkah Danantara ini diharapkan dapat menggairahkan pasar modal dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar