Haluannews Ekonomi – Tahun 2024 hampir berakhir, namun daftar orang terkaya Indonesia masih didominasi nama-nama yang sudah familiar. Haluannews.id merangkum lima konglomerat terkaya di Indonesia versi Forbes, dengan beberapa kejutan di penghujung tahun ini. Siapa saja mereka dan apa yang membuat kekayaan mereka tetap kokoh? Simak selengkapnya!

Related Post
-
R. Budi dan Michael Hartono (US$ 50,3 miliar): Duo Hartono masih bertengger di puncak sebagai orang terkaya di Indonesia. Kekayaan fantastis mereka sebagian besar berasal dari investasi di Bank Central Asia (BCA), yang diakuisisi setelah krisis ekonomi Asia 1997-1998. Selain BCA, warisan bisnis rokok Djarum, merek elektronik Polytron, dan portofolio properti mewah di Jakarta turut menyumbang kekayaan mereka. Investasi strategis mereka juga terlihat dari partisipasi dalam Global Digital Niaga (induk perusahaan Blibli), yang melakukan IPO besar-besaran pada 2022.
-
Prajogo Pangestu (US$ 43,1 miliar): Mantan pedagang karet ini membuktikan kegigihannya dengan peningkatan kekayaan sebesar US$ 721 juta jelang pergantian tahun. Perjalanan bisnisnya dimulai dari perkayuan, kemudian merambah ke petrokimia melalui Barito Pacific dan Chandra Asri. Ekspansi ke sektor energi terbarukan melalui Barito Renewables Energy juga menunjukkan visi bisnisnya yang futuristik.
-
Low Tuck Kwong (US$ 28,1 miliar): Dikenal sebagai "Raja Batu Bara", Low Tuck Kwong, pendiri Bayan Resources, menambah kekayaannya sebesar US$ 61 juta. Selain tambang batu bara, ia juga menguasai perusahaan energi terbarukan di Singapura dan memiliki saham di beberapa perusahaan ternama. Langkah strategisnya terlihat dari penyerahan saham Bayan Resources senilai US$ 6,6 miliar kepada putrinya pada Agustus 2024.
-
Keluarga Widjaja (US$ 18,9 miliar): Pewaris kerajaan bisnis Eka Tjipta Widjaja ini masih kokoh di posisi empat besar. Sinar Mas Group, dengan portofolionya yang luas di berbagai sektor seperti kertas, properti, keuangan, kesehatan, agribisnis, dan telekomunikasi, menjadi pilar utama kekayaan keluarga ini. Akuisisi Golden Energy and Resources pada 2023 menunjukkan agresivitas mereka dalam memperluas bisnis.
-
Anthoni Salim dan Keluarga (US$ 12,8 miliar): Anthoni Salim, pemimpin Grup Salim, mempertahankan posisinya dengan kekayaan yang berasal dari investasi di makanan, ritel, perbankan, telekomunikasi, dan energi. Indofood, produsen mie instan raksasa, menjadi andalan utama. Investasi strategis di sektor pertambangan, termasuk akuisisi saham Bumi Resources, menunjukkan diversifikasi portofolio yang cerdas.

Daftar ini menunjukkan dinamika kekayaan di Indonesia, dengan beberapa konglomerat yang terus memperluas bisnis dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Pertanyaannya, akankah daftar ini berubah drastis di tahun mendatang? Kita tunggu saja.










Tinggalkan komentar