Bursa RI Merana! IHSG Anjlok, Triliunan Rupiah Lenyap Seketika!

Bursa RI Merana! IHSG Anjlok, Triliunan Rupiah Lenyap Seketika!

Haluannews Ekonomi – Jakarta – Sesi perdagangan pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup dengan catatan merah yang cukup dalam bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan sesi 1, IHSG terperosok 67,05 poin atau setara dengan 0,81%, mendarat di level 8.255,18. Pelemahan ini turut mengikis kapitalisasi pasar hingga Rp 14.809 triliun, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 14,83 triliun yang melibatkan 24,89 miliar saham dalam 1,72 juta kali transaksi.

COLLABMEDIANET

Pergerakan IHSG pada hari ini cukup volatil. Sempat mengawali perdagangan di zona hijau dengan kenaikan 0,35%, indeks kebanggaan pasar modal Indonesia ini tak mampu mempertahankan momentum. Tekanan jual yang kuat segera muncul, membuat IHSG kehilangan tenaga dan bahkan sempat anjlok lebih dari 1% ke level 8.236.

Bursa RI Merana! IHSG Anjlok, Triliunan Rupiah Lenyap Seketika!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Mengutip data dari Refinitiv yang diolah oleh Haluannews.id, mayoritas sektor terpantau berada di zona negatif, mencerminkan sentimen pasar yang kurang kondusif. Hanya sektor utilitas yang berhasil mencatatkan apresiasi sebesar 1,32%. Sebaliknya, sektor konsumer non-primer memimpin koreksi dengan penurunan 2,12%, diikuti oleh bahan baku (-1,23%) dan teknologi (-1,15%).

Pelemahan IHSG kali ini tidak didominasi oleh satu atau dua saham besar saja, melainkan bobot koreksi yang cukup merata di antara saham-saham berkapitalisasi besar. Telkom Indonesia (TLKM) menjadi penyumbang koreksi terbesar dengan bobot -6,31 indeks poin, disusul oleh Merdeka Copper Gold (MDKA) dengan -6,3 indeks poin, dan Bank Central Asia (BBCA) yang berkontribusi -4,74 indeks poin.

Para pelaku pasar di Indonesia diperkirakan akan menghadapi perdagangan yang lebih sensitif pada Kamis ini, mengingat bayang-bayang sentimen global, khususnya dari Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump baru saja menyampaikan pidato kenegaraan "State of the Union 2026" di hadapan Kongres AS pada Selasa malam waktu setempat, atau Rabu pagi 25 Februari 2026 waktu Indonesia.

Dalam pidato yang berlangsung hampir dua jam tersebut, Trump memamerkan berbagai capaian di tahun pertama masa jabatan keduanya. Klaim-klaim tersebut mencakup penguatan perbatasan, penurunan inflasi yang signifikan, penguatan pasar saham, dorongan produksi energi, serta arah kebijakan pajak dan tarif yang progresif. Ia juga menegaskan narasi bahwa Amerika Serikat tengah memasuki "era keemasan" menjelang peringatan 250 tahun kemerdekaan pada 4 Juli 2026.

Namun, sorotan tajam juga tertuju pada pernyataan Trump mengenai kebijakan luar negeri. Ia secara tegas menyatakan bahwa pemerintahannya tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, sembari melabeli Teheran sebagai "sponsor terbesar terorisme di dunia". Pernyataan ini muncul di tengah peningkatan pengerahan kekuatan militer AS di Timur Tengah. Analis menilai, Trump belum memberikan penjelasan rinci kepada publik Amerika mengenai alasan dan batasan langkah yang akan diambil, meskipun situasi ini berpotensi memicu eskalasi terbesar terhadap Iran sejak Revolusi 1979.

Kombinasi tekanan domestik dan ketidakpastian geopolitik global ini menjadi faktor penentu arah pergerakan pasar modal Indonesia ke depan. Investor diharapkan untuk tetap waspada dan mencermati perkembangan sentimen yang datang, terutama dari panggung politik global.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar