Haluannews Ekonomi – Hari pertama perdagangan karbon internasional di Bursa Efek Indonesia (BEI) sukses mencatatkan transaksi fantastis! Volume perdagangan mencapai 41.822 ton setara CO2 (tCO2e), melebihi ekspektasi awal. Transaksi tersebut melibatkan sembilan pengguna jasa dan sembilan pembeli, dengan lima proyek tercatat yang menawarkan dua kategori karbon: Authorized Indonesian Tech Based Solution (IDTBSA) dan Authorized Indonesian Tech Based Solution Renewable Energy (IDTBSA-RE). Harga jual masing-masing tercatat Rp 96.000 dan Rp 144.000 per ton, lebih tinggi dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp 59.200.

Related Post
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, dalam konferensi pers Inagurasi Perdagangan Karbon Internasional di Gedung BEI, Jakarta, menyatakan optimismenya. "Harga yang lebih tinggi ini menunjukkan potensi pasar yang menjanjikan," ujarnya. BEI sendiri menargetkan volume perdagangan karbon tahun ini mencapai 500.000-750.000 ton CO2e, dengan tambahan 200 pengguna jasa. Sebagai perbandingan, sepanjang 26 September 2023 hingga 17 Januari 2024, volume perdagangan IDX Carbon mencapai 1,131 juta tCO2e dengan nilai Rp 58,868 miliar.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menambahkan bahwa target transaksi dan penetrasi pasar internasional bertujuan untuk menarik minat investor global. BEI dan OJK berkomitmen untuk melakukan berbagai diskusi dan dialog dengan pihak-pihak terkait di berbagai negara guna mendorong peningkatan investasi dan transaksi di bursa karbon ini. Langkah ini diharapkan mampu menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di pasar karbon internasional.










Tinggalkan komentar