Haluannews Ekonomi – Persaingan perbankan syariah di Indonesia semakin memanas. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) resmi mendapatkan izin untuk memisahkan unit usaha syariah (UUS) dan mendirikan Bank Syariah Nasional. Langkah ini menyusul akuisisi PT Bank Victoria Syariah (BVIS) yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BVIS pada Rabu (20/8/2025).

Related Post
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, optimistis Bank Syariah Nasional akan menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia, mengingat aset gabungan UUS BTN dan BVIS yang signifikan. Saat ini, posisi puncak masih dipegang oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI dengan aset Rp 388,46 triliun (Mei 2025). "Bahkan, kami sudah berkomunikasi dengan Bapak Presiden terkait nama Bank Syariah Nasional. Harapannya, menjadi bank syariah nomor dua terbesar," ungkap Nixon kepada wartawan di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (21/8/2025).

Kehadiran Bank Syariah Nasional bukan satu-satunya gebrakan di sektor perbankan syariah. UUS PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) juga bersiap melakukan spin off setelah memenuhi persyaratan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai POJK Nomor 12 Tahun 2023 tentang Unit Usaha Syariah. Syarat tersebut meliputi UUS yang mencapai 50% dari total aset bank induk atau memiliki aset minimal Rp 50 triliun.
Berikut data terkini aset perbankan syariah di Indonesia per Juni 2025 (kecuali yang tercantum):
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS): Rp388,46 triliun
- PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) (UUS): Rp63,90 triliun
- PT Bank Tabungan Negara Tbk. (UUS) + PT Bank Victoria Syariah: Rp63,08 triliun (aset gabungan per kuartal I-2025)
- PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.: Rp60,58 triliun
- PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) (UUS): Rp40,90 triliun
- PT Bank Permata Tbk. (BNLI) (UUS): Rp37,49 triliun
- PT Bank Riau Kepri Syariah: Rp30,63 triliun
- PT Bank Aceh Syariah: Rp29,84 triliun
- PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS): Rp21,66 triliun
- PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk. (PNBS): Rp18,16 triliun
- PT Bank Mega Syariah: Rp17,75 triliun
- PT BCA Syariah: Rp17,62 triliun
- PT Bank NTB Syariah: Rp16,34 triliun
- PT Bank Jabar Banten Syariah: Rp15,35 triliun
- PT Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK): Rp10,35 triliun
- PT KB Bank Syariah: Rp8,23 triliun
- PT Bank Nano Syariah: Rp6,01 triliun
Pertumbuhan aset UUS beberapa bank menunjukkan potensi besar sektor ini. Persaingan yang semakin ketat diprediksi akan mendorong inovasi dan layanan yang lebih baik bagi nasabah.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar