Haluannews Ekonomi – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengisyaratkan harapan untuk kembali menerima suntikan dana segar dari pemerintah. Sebelumnya, Kementerian Keuangan RI telah menempatkan dana sebesar Rp 55 triliun dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah sebagai deposito di bank BUMN tersebut.

Related Post
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyalurkan sekitar 60%-65% dari total dana Rp 55 triliun tersebut. "Jadi, harapannya ke depan mungkin bisa ditambah lagi," ujarnya di The Gade Tower, Rabu (8/10/2025). Ia memperkirakan sisa dana yang diterima BRI pada 12 September lalu akan habis terserap pada akhir bulan ini.

Hery menjelaskan tingginya permintaan kredit dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya dari sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, hingga industri. Permintaan kredit, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Umum Pedesaan (Kupedes), mencapai Rp 1,2 triliun hingga Rp 1,5 triliun per hari. Selain UMKM, BRI juga memiliki segmen korporasi dan komersial yang terkait dengan sektor riil dan berpotensi menumbuhkan ekonomi masyarakat.
BRI menyatakan kesiapannya untuk menyerap berapapun dana yang akan diberikan pemerintah, mengingat bunga yang ditawarkan terbilang rendah, yaitu 4%.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Kemenkeu telah menarik kembali SAL senilai Rp 70 triliun dari Bank Indonesia (BI), sehingga total dana yang ditarik mencapai Rp 270 triliun. Dana sebesar Rp 200 triliun sebelumnya telah disalurkan ke bank-bank pelat merah, dengan BRI, Bank Mandiri, dan BNI masing-masing menerima Rp 55 triliun, BTN Rp 20 triliun, dan BSI Rp 15 triliun.
Purbaya menjelaskan bahwa dana Rp 70 triliun tersebut rencananya akan digunakan untuk mendorong perekonomian Indonesia dengan skema serupa, namun kali ini akan ditempatkan di bank pembangunan daerah (BPD).
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar