haluannews.id – Presiden Direktur PT Gaya Makmur Mobil Frankie Makaminang baru-baru ini membuka suara mengenai adaptasi sektor alat berat dan truk terhadap kebijakan Biodiesel B50 serta tren elektrifikasi. Kesiapan ini menjadi krusial mengingat perannya dalam menopang industri logistik, konstruksi, hingga pertambangan di Tanah Air.

Related Post
Frankie menegaskan bahwa unit-unit kendaraan berat yang didistribusikan perusahaannya, termasuk merek FAW dan XCMG, telah siap menyambut implementasi B50. Adaptasi ini dilakukan melalui pemasangan filter khusus pada mesin, sebuah langkah proaktif untuk memastikan kinerja optimal. Namun, ia tidak menampik bahwa modifikasi ini akan berimbas pada potensi kenaikan biaya perawatan mesin, sebuah konsekuensi yang perlu diantisipasi oleh para pelaku usaha.

Selain B50, transformasi menuju elektrifikasi juga menjadi sorotan utama. Frankie melihat peluang besar bagi distributor truk dan alat berat untuk merambah sektor logistik dan pertambangan dengan solusi kendaraan listrik. Tujuan utamanya adalah mendongkrak efisiensi operasional secara signifikan. Kendati demikian, jalan menuju elektrifikasi penuh masih diwarnai sejumlah tantangan. Infrastruktur pengisian daya yang memadai masih menjadi pekerjaan rumah besar. Selain itu, harga unit kendaraan listrik yang relatif lebih tinggi dibandingkan konvensional juga menjadi pertimbangan penting bagi investor.
Diskusi mendalam mengenai dampak sentimen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), penerapan B50, hingga prospek elektrifikasi terhadap bisnis truk dan alat berat pertambangan ini terungkap dalam perbincangan eksklusif Shafinaz Nachiar dengan Frankie Makaminang di program Closing Bell, haluannews.id.








Tinggalkan komentar