Bom Iran Hantam Jantung Gas Qatar, Pasokan Dunia Terancam, Bursa Asia Terguncang!

Bom Iran Hantam Jantung Gas Qatar, Pasokan Dunia Terancam, Bursa Asia Terguncang!

Haluannews Ekonomi – Pergerakan pasar saham di Asia pada hari Kamis menunjukkan pola yang bervariasi, diselimuti oleh sentimen eskalasi konflik di Timur Tengah. Ketegangan geopolitik di kawasan tersebut, ditambah ancaman serius terhadap rantai pasokan energi global, memicu kecemasan mendalam di kalangan investor, membuat mereka kebingungan dalam mengambil langkah strategis.

COLLABMEDIANET

Situasi memanas setelah Iran melancarkan serangan terhadap fasilitas gas terbesar di dunia yang berlokasi di Qatar. Serangan ini dilaporkan sebagai respons balasan atas agresi Israel terhadap ladang gas South Pars milik Iran. CEO QatarEnergy, Saad al-Kaabi, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut telah melumpuhkan sekitar 17% dari kapasitas ekspor LNG Qatar, dengan potensi gangguan yang diperkirakan berlangsung selama 3 hingga 5 tahun ke depan. Serangan terhadap infrastruktur minyak dan gas utama di Timur Tengah ini sontak memicu gejolak signifikan pada harga komoditas energi.

Bom Iran Hantam Jantung Gas Qatar, Pasokan Dunia Terancam, Bursa Asia Terguncang!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di pasar global, harga gas alam AS melonjak 1,5%, diperdagangkan pada level US$3,112 per juta British thermal units. Kontrak berjangka bensin RBOB Nymex untuk pengiriman bulan April juga meroket hampir 1% menjadi US$3,13, mencapai titik tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir. Meskipun harga minyak mentah sempat terkoreksi, dengan Brent turun 2% menjadi US$106,45 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 1,56% menjadi US$94,64, Arab Saudi, salah satu produsen minyak terbesar dunia, memproyeksikan lonjakan harga melampaui US$180 per barel jika gangguan pasokan terus berlanjut hingga akhir April.

Sentimen negatif global ini mendorong aksi jual di sejumlah bursa utama. Di Jepang, indeks Nikkei 225 mengalami koreksi paling dalam di kawasan, anjlok 1.866,87 poin atau 3,38% ke level 53.372,53. Sementara itu, pasar China menunjukkan pergerakan yang tidak seragam. Indeks Shanghai Composite turun tipis 8,431 poin atau 0,21% ke posisi 3.998,121, namun indeks Shenzhen Component justru membukukan penguatan 170,348 poin atau naik 1,23% ke level 14.071,915.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng Index terperosok ke zona merah, melemah 156,97 poin atau 0,62% ke posisi 25.343,61. Tekanan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi regional yang dibayangi ketidakpastian geopolitik. Dari Australia, indeks S&P/ASX 200 juga melemah 58,60 poin atau 0,69% ke level 8.439,20, selaras dengan tren pelemahan harga komoditas dan sentimen global yang berhati-hati.

Berbeda dengan mayoritas pasar, Korea Selatan berhasil membukukan penguatan. Indeks KOSPI naik tipis 5,08 poin atau 0,09% ke posisi 5.768,30, didukung oleh kinerja saham-saham berkapitalisasi besar. Mengutip laporan Haluannews.id Internasional, imbas konflik regional ini turut merembet ke pasar logam mulia, dengan harga emas dan perak yang sempat anjlok sekitar 5% dan 10% sebelum akhirnya memperkecil kerugian. Investor kini terus mencermati setiap perkembangan, menyadari bahwa volatilitas pasar akan menjadi teman setia selama ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih membayangi.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar