Haluannews Ekonomi – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membuat gebrakan dengan rencana buyback saham senilai maksimal Rp 3 triliun. Hal ini terungkap dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/2). Langkah ini bukanlah yang pertama bagi BBRI. Sejak 2015, bank pelat merah ini telah beberapa kali melakukan buyback, terutama untuk program kepemilikan saham karyawan, direksi, dan komisaris. Tujuannya, untuk meningkatkan keterlibatan karyawan dan mendorong kinerja jangka panjang perusahaan.

Related Post
Buyback tahun 2025 ini, menurut keterangan manajemen, akan mengacu pada POJK 29/2023. Rencana ini akan diajukan persetujuan dalam RUPS Tahunan 2025 yang dijadwalkan pada 11 Maret 2025. Saham hasil buyback akan dialokasikan untuk melanjutkan program kepemilikan saham karyawan. Masa pengalihan saham paling lama tiga tahun setelah buyback selesai, dengan kemungkinan perpanjangan sesuai POJK 29/2023.

Dana buyback berasal dari kas internal perusahaan dan diperkirakan mencapai Rp 3 triliun, belum termasuk biaya-biaya tambahan seperti komisi. Total biaya tambahan diperkirakan maksimal 0,22% dari nilai buyback. Manajemen memastikan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan melebihi 10% dari modal ditempatkan dan tidak akan berdampak signifikan pada pendapatan serta biaya operasional. Meskipun aset dan ekuitas diperkirakan akan berkurang, kekayaan bersih BBRI tetap akan lebih besar dari jumlah modal ditempatkan ditambah cadangan wajib.
Pelaksanaan buyback direncanakan berlangsung mulai 12 Maret 2025 hingga 11 Maret 2026. Pengumuman rencana buyback kepada OJK dan BEI telah dilakukan pada 31 Januari 2025. Langkah strategis BBRI ini tentu menarik perhatian investor dan menjadi sorotan di pasar modal.




Tinggalkan komentar