Haluannews Ekonomi – PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO), anak usaha BRI Group, telah mengakuisisi kembali 22,81 juta sahamnya hingga akhir 2024. Langkah buyback ini, yang disetujui dalam RUPSLB pada 21 Agustus 2024, merupakan bagian dari rencana pembelian kembali saham senilai maksimal Rp 20 miliar dalam kurun waktu satu tahun, hingga 21 Agustus 2025.

Related Post
Direktur Keuangan Bank Raya, Rustarti Suri Pertiwi, menjelaskan bahwa buyback yang baru dimulai pada kuartal III 2024 ini, masih belum optimal. "Awal 2025 adalah langkah yang baik bagi kami untuk mengoptimalkan buyback, sehingga sisa saldo sekitar Rp 13 miliar dapat dioptimalkan secara keseluruhan," ungkap Rustarti dalam keterangan resmi, Selasa (21/1/2025).

Tujuan utama buyback ini adalah untuk meningkatkan keterlibatan dan kepemilikan saham karyawan Bank Raya. Program ini akan diintegrasikan dengan program kepemilikan saham manajemen dan karyawan sebagai bagian dari skema remunerasi variabel. Hal ini diharapkan dapat mendorong kinerja karyawan dan pencapaian target perusahaan.
Lebih lanjut, Rustarti menambahkan bahwa buyback juga mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kinerja dan prospek Bank Raya yang positif, sehingga dapat memberikan nilai optimal bagi seluruh pemangku kepentingan. Ia berharap langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap fundamental perusahaan. "Sementara itu, fokus Bank Raya adalah memastikan Perseroan dapat tumbuh dengan lebih baik dan lebih sehat dalam jangka panjang," tambahnya.
Kinerja Bank Raya sendiri terbilang positif. Hingga akhir kuartal III 2024, Bank Raya mencatatkan laba Rp 33,9 miliar, tumbuh 130,9% (yoy). Penyaluran kredit digital juga meningkat signifikan, mencapai Rp 13,7 triliun atau tumbuh 72,5% (yoy), mendorong total kredit menjadi Rp 6,8 triliun (pertumbuhan 20,7% yoy). Akibatnya, total aset Bank Raya pun meningkat menjadi Rp 12,8 triliun, naik 12,1% (yoy).










Tinggalkan komentar