haluannews.id – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), salah satu emiten terkemuka dari Grup Bakrie, berhasil mencetak kejutan fantastis di tengah gejolak ekonomi global. Meskipun pendapatan bersih perusahaan pada tahun 2025 mengalami koreksi tipis sebesar tiga persen menjadi Rp 3,74 triliun dibandingkan periode sebelumnya, laba bersih perseroan justru melesat nyaris 50 persen. Angka laba bersih yang mencapai Rp 503 miliar ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar Rp 167 miliar dari Rp 336 miliar di tahun sebelumnya.

Related Post
Direktur Utama dan CEO BNBR, Anindya N. Bakrie, mengungkapkan rasa syukurnya usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Jakarta pada Jumat (12/6/2026). "Alhamdulillah, di tengah berbagai tantangan global seperti ketegangan geopolitik, fluktuasi pasar energi, gangguan rantai pasokan, hingga perlambatan ekonomi dan fragmentasi perdagangan, Perseroan mampu mempertahankan kinerja positif," ujar Anindya. Ia menegaskan bahwa kemampuan adaptasi dan ketahanan perusahaan menjadi kunci utama untuk memastikan keberlanjutan bisnis di tengah dinamika global.

Kinerja impresif ini ditopang oleh kontribusi beragam lini bisnis BNBR. Grup PT Bakrie Metal Industries (BMI) menjadi penyumbang terbesar dengan pendapatan Rp 2,2 triliun. Diikuti oleh Grup PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang membukukan Rp 1,08 triliun, serta Grup PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) dengan Rp 464,21 miliar.
Melihat ke depan, Anindya menekankan fokus strategis perusahaan pada pengembangan infrastruktur, baik fisik maupun digital, serta industri berkelanjutan di sektor kendaraan listrik dan energi hijau.
Di segmen infrastruktur fisik, PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) mengelola ruas Tol Cimanggis-Cibitung sepanjang 26,184 kilometer dengan hak konsesi hingga tahun 2061. Ruas tol ini mencatat volume lalu lintas harian rata-rata 40.888 kendaraan, melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar 3,38 persen. Pendapatan harian CCT juga mencapai Rp 2,3 miliar, lebih tinggi 4,87 persen dari target, dengan proyeksi peningkatan lebih lanjut seiring pertumbuhan lalu lintas dan rencana kenaikan tarif pada tahun 2026.
Sementara itu, di ranah infrastruktur komunikasi digital, PT Multi Kontrol Nusantara (MKN) menunjukkan pertumbuhan pendapatan 14,9 persen pada 2025, mencapai Rp 358,9 miliar. Kontribusi MKN sangat vital dalam program pemerataan konektivitas internet pemerintah di daerah pedesaan, pinggiran kota, dan wilayah 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal). Mereka juga berhasil membangun jaringan kabel Fiber Optik sepanjang lebih dari 8.000 kilometer dan jaringan FTTH (Fiber To The Home) dengan total lebih dari 320.000 homepass di seluruh Indonesia.
Pada sektor kendaraan listrik, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mencatatkan penjualan 69 unit kendaraan listrik sepanjang 2025, terdiri dari 53 bus, 10 truk, dan 6 forklift. Secara kumulatif, sejak awal beroperasi hingga akhir 2025, VKTR telah menjual 135 unit bus listrik, 24 unit truk listrik, dan 13 unit forklift ke berbagai industri.
Komitmen BNBR terhadap energi baru terbarukan (EBT) juga diwujudkan melalui anak usaha PT Bakrie Power, yakni PT Helio Synar Energi (Helio). Helio aktif mengembangkan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di berbagai lokasi di Indonesia, termasuk di fasilitas operasional Grup Bakrie.
Tak berhenti di situ, BNBR juga merambah inovasi konstruksi melalui PT Modula Tiga Dimensi (Modula). Perusahaan ini berinvestasi bersama COBOD International dari Denmark untuk mengembangkan aplikasi teknologi pencetakan konstruksi 3-dimensi (3DCP), menandai langkah progresif dalam industri pembangunan.










Tinggalkan komentar