Haluannews Ekonomi – Emiten pelayaran PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) kembali menjadi sorotan pasar setelah mengumumkan pengunduran diri Komisaris Independen Heryanto Cokro pada Kamis, 12 Maret 2026. Kabar ini menyusul mundurnya Komisaris Utama Richie Limson sebulan sebelumnya, memicu pertanyaan di kalangan investor mengenai stabilitas manajemen perusahaan.

Related Post
Pengunduran diri Heryanto Cokro disampaikan perusahaan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 13 Maret 2026. Manajemen CANI menegaskan bahwa operasional dan kegiatan usaha perseroan tetap berjalan normal, tidak terpengaruh oleh perubahan di jajaran komisaris. Proses pengunduran diri ini akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan regulasi yang berlaku, termasuk POJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.

Sebelumnya, pada 11 Februari 2026, CANI juga telah mengumumkan penerimaan surat pengunduran diri dari Richie Limson yang menjabat sebagai Komisaris Utama. Rentetan pengunduran diri dua pejabat tinggi ini dalam waktu berdekatan tentu menimbulkan spekulasi di pasar terkait potensi isu internal atau perubahan arah strategis yang mungkin terjadi di balik layar.
Respons pasar terhadap berita ini cukup signifikan. Saham CANI terpantau anjlok 9,35% ke level Rp97 per saham pada penutupan perdagangan sesi I hari ini. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas kepemimpinan dan arah strategis perusahaan di tengah gejolak internal. Adapun kapitalisasi pasar perseroan tercatat mencapai Rp80,84 triliun, seperti yang dilaporkan oleh Haluannews.id. Investor kini menantikan langkah selanjutnya dari manajemen CANI untuk mengisi kekosongan posisi penting ini dan memberikan kepastian mengenai prospek perusahaan ke depan.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar