Haluannews Ekonomi – Permintaan yang terus melonjak terhadap Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) atau yang dikenal luas sebagai Unit Link, diproyeksikan akan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan pasar global. Instrumen investasi yang mengombinasikan proteksi jiwa dan potensi imbal hasil investasi ini semakin diminati. Namun, di tengah optimisme global tersebut, performa produk Unit Link di kancah domestik masih dihadapkan pada sejumlah tantangan yang perlu diatasi.

Related Post
Menurut pandangan Wawan Hendrayana, Vice President PT Infovesta Utama, tren pertumbuhan Unit Link menunjukkan konsistensi yang patut dicermati selama tiga tahun terakhir, bahkan saat dibandingkan dengan instrumen investasi reksa dana. Kendati demikian, untuk periode tahun 2025, reksa dana tercatat memiliki kinerja yang superior dibandingkan Unit Link. Sebagai contoh, Unit Link berbasis pasar uang hanya mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,5%.

Wawan menegaskan bahwa implementasi regulasi terbaru telah membawa angin segar bagi pengelolaan Unit Link, menjadikannya jauh lebih transparan dan akuntabel. Peningkatan transparansi ini secara langsung berkontribusi pada kualitas pengelolaan investasi asuransi yang terkait dengan Unit Link. Dengan fondasi yang lebih kokoh ini, Unit Link berbasis saham diproyeksikan memiliki prospek pertumbuhan yang sangat menarik di tahun mendatang, terutama untuk tahun 2026.
Diskusi mendalam mengenai seluk-beluk kinerja investasi Unit Link ini telah tersaji dalam program Power Lunch Haluannews.id, di mana Shinta Zahara berbincang langsung dengan Wawan Hendrayana pada Selasa, 23 Desember 2025.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar