ART Nekat Beli Saham, Kaya Raya atau Buntung?

ART Nekat Beli Saham, Kaya Raya atau Buntung?

Haluannews Ekonomi – Investasi di pasar saham memang menggoda, bahkan bagi asisten rumah tangga (ART) sekalipun. Haluannews.id mengungkap kisah unik Neeltgen Cornelis, seorang ART yang nekat menguras tabungannya untuk membeli saham Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) pada tahun 1602, saat perusahaan dagang legendaris itu melakukan penawaran umum perdana (IPO).

COLLABMEDIANET

Kisah ini terungkap berkat catatan sejarah. Neeltgen, yang bekerja pada Dirck van Os, Direktur VOC, terinspirasi melihat kesibukan para investor yang silih berganti mengunjungi rumah majikannya. Di tengah hiruk pikuk transaksi saham VOC yang masih serba manual, tertanam tekad dalam hati Neeltgen untuk turut serta dalam investasi yang diyakininya akan mendatangkan keuntungan besar.

ART Nekat Beli Saham, Kaya Raya atau Buntung?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, penghasilan Neeltgen yang kurang dari 50 sen per hari hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dilema besar muncul: bagaimana seorang ART bisa berinvestasi di VOC? Hingga akhirnya, di penghujung Agustus 1602, menjelang penutupan IPO, Neeltgen mengambil keputusan berani. Dia menarik seluruh tabungannya dan menyisihkan 100 gulden untuk membeli saham VOC. Jumlah yang kecil dibandingkan para investor besar lainnya yang menginvestasikan puluhan ribu gulden.

Lalu, apakah Neeltgen sukses meraup untung? Jawabannya, ya… tapi hanya sebentar. Neeltgen menjual seluruh saham VOC-nya pada Oktober 1603, hanya setahun setelah membelinya. Keputusan ini membuatnya kehilangan potensi keuntungan yang sangat besar. Seandainya dia mempertahankan sahamnya, 100 gulden tersebut berpotensi berkembang menjadi ribuan gulden, atau setidaknya mendapatkan dividen berupa rempah-rempah secara berkala. Apalagi mengingat VOC kemudian menjadi perusahaan terbesar di dunia berkat penguasaan rempah-rempah dari Indonesia. Kisah Neeltgen menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya strategi investasi jangka panjang dan kehati-hatian dalam mengambil risiko.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar