Haluannews Ekonomi – Prospek perekonomian global diperkirakan akan semakin suram dan penuh tantangan. Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, menjadi pemicu utama kemerosotan ini. Perry memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun ini hanya mencapai 3,1%, turun tipis dari estimasi sebelumnya sebesar 3,2%. Penurunan proyeksi ini terjadi meskipun ada penurunan tarif resiprokal AS, mengindikasikan dampak konflik geopolitik yang lebih dominan. Pernyataan ini disampaikan Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Related Post
Perry Warjiyo menekankan bahwa gejolak di Timur Tengah telah memicu serangkaian efek domino yang merugikan stabilitas ekonomi global. Salah satu dampak paling signifikan adalah lonjakan harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga komoditas strategis ini secara langsung menekan daya beli masyarakat dan meningkatkan biaya produksi bagi industri, yang pada gilirannya menghambat laju aktivitas ekonomi global secara keseluruhan.

Lebih lanjut, Gubernur BI menjelaskan bahwa tekanan inflasi global juga akan meningkat seiring dengan kenaikan harga minyak dan gangguan rantai pasok. Situasi ini diperparah dengan peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah di pasar global (yield treasury), yang mencerminkan kekhawatiran investor terhadap risiko ekonomi dan fiskal.
"Kondisi ini tidak hanya menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi global dan meningkatkan inflasi, tetapi juga memicu kenaikan imbal hasil surat utang serta penarikan modal asing dari pasar negara berkembang," tegas Perry. Arus modal keluar dari emerging market ini berpotensi menciptakan volatilitas di pasar keuangan domestik dan menekan nilai tukar mata uang lokal, menambah kompleksitas tantangan yang harus dihadapi oleh negara-negara berkembang.
Perry Warjiyo menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan dan respons kebijakan yang adaptif dari bank sentral di seluruh dunia untuk menghadapi ketidakpastian yang semakin tinggi ini.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar