Haluannews Ekonomi – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasang target ambisius: menjaring 66 perusahaan baru untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada tahun 2025. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama BEI, Iman Rachman, dalam Konferensi Pers Penutupan Perdagangan tahun 2024 di Jakarta, Senin (30/12/2024). "Target kita adalah 66 IPO baru, bersamaan dengan target penambahan 2 juta investor baru di tahun depan," tegas Iman.

Related Post
Data pipeline IPO BEI per 20 Desember 2024 menunjukkan 22 perusahaan tengah bersiap untuk mencatatkan sahamnya. Rinciannya cukup beragam: satu perusahaan berskala kecil (aset di bawah Rp 50 miliar), dua perusahaan berskala menengah (aset Rp 50 miliar – Rp 250 miliar), dan 19 perusahaan berskala besar (aset di atas Rp 250 miliar).

Sektor-sektor yang paling banyak diwakili dalam pipeline IPO ini adalah konsumer non primer (5 perusahaan), diikuti sektor material dasar, energi, finansial, kesehatan, dan industri (masing-masing 3 perusahaan). Sementara itu, sektor infrastruktur, teknologi, dan transportasi & logistik belum terlihat dalam daftar calon emiten ini.
Target ambisius BEI ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pasar modal Indonesia dan memberikan lebih banyak pilihan investasi bagi para investor. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi makro dan minat investor.










Tinggalkan komentar