Achmad Kalla Lepas Rp195 Miliar Saham BUKK, Ternyata Pindah Tangan ke Keluarga?

COLLABMEDIANET

Haluannews Ekonomi – Jakarta – Dunia pasar modal dikejutkan oleh transaksi jumbo saham PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) yang melibatkan Achmad Kalla. Pada 22 Mei 2026, Achmad Kalla tercatat melepas saham senilai Rp195,2 miliar. Namun, yang menarik perhatian adalah dua investor lain dengan nama belakang yang sama segera menyerok saham tersebut dalam jumlah identik, mengindikasikan adanya potensi transfer kepemilikan di internal keluarga. Peristiwa ini terjadi di tengah kabar penurunan kelas BUKK dari Papan Utama ke Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia.

Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Melalui laporan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Achmad Kalla diketahui mendivestasi sebanyak 269.229.402 lembar saham perseroan. Transaksi penjualan ini dieksekusi pada harga Rp725 per saham. Sebelum transaksi, kepemilikan Achmad Kalla di BUKK mencapai 674.951.762 saham, atau setara dengan 25,56% hak suara. Pasca-penjualan, porsi kepemilikannya menyusut signifikan menjadi 405.722.360 saham, atau sekitar 15,37% dari total hak suara.

Namun, keunikan transaksi ini terletak pada aksi beli yang terjadi secara bersamaan. Dua individu lain, Nadia Achmad dan Laila Achmad, tercatat melakukan pembelian saham BUKK dengan volume yang persis sama. Masing-masing mengakuisisi 134.614.701 saham pada harga Rp725 per saham. Jika dijumlahkan, total saham yang dibeli oleh Nadia Achmad dan Laila Achmad mencapai 269.229.402 saham, angka yang identik dengan jumlah saham yang dilepas oleh Achmad Kalla. Pola transaksi ini menguatkan dugaan adanya restrukturisasi kepemilikan di lingkup keluarga Achmad Kalla.

Peristiwa ini semakin menarik perhatian mengingat pada periode yang sama, saham BUKK mengalami perubahan status. Efektif per 29 Mei 2026, PT Bukaka Teknik Utama Tbk secara resmi turun kelas dari Papan Utama ke Papan Pengembangan di Bursa Efek Indonesia. Penurunan papan ini seringkali diinterpretasikan sebagai sinyal perlunya peningkatan kinerja atau pemenuhan kriteria tertentu yang lebih ketat bagi emiten agar dapat bertahan di Papan Utama.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, saham BUKK ditutup melemah 1,23% ke level Rp800. Dengan demikian, kapitalisasi pasar perseroan tercatat sebesar Rp2,11 triliun. Transaksi besar yang diikuti oleh penurunan kelas papan ini tentu menjadi sorotan para pelaku pasar dan investor, memicu spekulasi mengenai strategi jangka panjang perseroan dan para pemegang saham utamanya di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar