Pesan Idulfitri Iran: Ancaman Krisis Minyak Global Mengintai ASEAN!

Haluannews Ekonomi – Republik Islam Iran melalui Menteri Luar Negerinya, Seyed Abbas Araghchi, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri kepada komunitas Muslim di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Namun, di balik pesan keagamaan tersebut, tersirat sebuah peringatan serius mengenai stabilitas geopolitik dan potensi dampaknya terhadap pasokan minyak global, sebuah isu yang krusial bagi perekonomian kawasan.

COLLABMEDIANET
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Melalui akun X resminya, Araghchi secara eksplisit menyoroti Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam sebagai negara-negara mayoritas Muslim di ASEAN yang menjadi sasaran pesan tersebut, tidak lupa juga kepada pemerintah masing-masing negara. Ucapan itu disertai dengan apresiasi mendalam atas dukungan solid yang ditunjukkan oleh masyarakat dan pemerintah di ketiga negara tersebut.

Apresiasi tersebut bukan tanpa alasan. Araghchi secara gamblang menyampaikan terima kasih kepada "pencinta keadilan" di Asia Tenggara yang telah mengecam agresi brutal Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap bangsa Muslim Iran pada 28 Februari lalu. Insiden tersebut, menurut Araghchi, memicu ketegangan yang memuncak dan berujung pada gangguan pasokan minyak terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah, sebuah pernyataan yang tentu mengundang perhatian pelaku pasar energi global.

Cuitan diplomat senior Iran itu, yang dipublikasikan pada Minggu (22/3/2026), telah menarik perhatian luas dengan 3.900 repost dan 18.000 likes, menunjukkan resonansi pesan tersebut di kancah global. Iran sendiri merayakan Idulfitri 1447 H pada Sabtu, 21 Maret 2026, setelah menyempurnakan Ramadan menjadi 30 hari akibat tidak terlihatnya hilal. Perayaan ini berlangsung di tengah bayang-bayang konflik yang tak kunjung mereda antara Teheran dengan Washington dan Tel Aviv.

Pesan Idulfitri dari Menlu Iran ini, oleh karenanya, bukan sekadar ucapan selamat. Ini adalah sinyal diplomatik yang kuat, menggarisbawahi bagaimana gejolak di Timur Tengah dapat memiliki riak ekonomi yang signifikan hingga ke Asia Tenggara. Solidaritas yang diharapkan Iran bisa jadi merupakan upaya membangun dukungan di tengah ketidakpastian geopolitik yang berpotensi terus mengguncang pasar komoditas vital seperti minyak.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar