Haluannews Ekonomi – Jumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang gulung tikar sepanjang 2024 mencapai rekor tertinggi, yakni 20 bank. Angka ini jauh melampaui rata-rata tahunan yang biasanya hanya sekitar 6-7 BPR, menurut data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Haluannews.id sebelumnya melaporkan bahwa hingga Agustus 2024, jumlah BPR yang ditutup sudah mendekati angka 20.

Related Post
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa penutupan sejumlah BPR ini bukan indikasi gejolak sektor perbankan. "Penutupan BPR justru menunjukkan sistem perbankan Indonesia berjalan efektif. Penutupan hampir 20 BPR ini tidak menimbulkan goncangan atau keresahan masyarakat," tegas Dian dalam webinar Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI).

Sebagai anggota LPS ex-officio, Dian menambahkan bahwa LPS mampu menangani dengan cepat permasalahan yang muncul dari penutupan BPR di berbagai daerah. Hal ini menjamin keamanan dana deposan masyarakat dan memastikan penyelesaian masalah secara cepat. "Kepercayaan masyarakat terhadap perbankan, baik bank umum maupun BPR yang berada di bawah pengawasan kami, semakin meningkat," imbuhnya.
Direktur Eksekutif Hukum LPS, Ary Zulfikar, mengungkap tiga modus penipuan yang kerap terjadi di BPR. Pertama, lemahnya pengawasan berjenjang yang dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab, termasuk pemegang saham, direksi, hingga pegawai. "Ada kewenangan yang dimiliki pegawai tanpa pengawasan yang memadai," ungkap Ary. Pemanfaatan teknologi informasi (IT) dinilai penting untuk memperbaiki tata kelola dan mencegah kredit macet.
Modus kedua adalah kerjasama antara calon debitur dan direksi bank untuk mendapatkan kredit tanpa proses penilaian yang layak, diikuti praktik kickback. Modus ketiga yang lebih parah adalah kredit fiktif dan kredit "topengan" yang menggunakan identitas orang lain untuk mendapatkan kredit. Modus terakhir adalah penarikan dana simpanan tanpa sepengetahuan pemilik rekening.
Berikut daftar 20 BPR yang tutup sepanjang 2024:
- BPR Wijaya Kusuma
- BPRS Mojo Artho Kota Mojokerto (Perseroda)
- BPR Usaha Madani Karya Mulia
- BPR Pasar Bhakti Sidoarjo
- BPR Purworejo
- BPR EDC Cash
- BPR Aceh Utara
- BPR Sembilan Mutiara
- BPR Bali Artha Anugrah
- BPRS Saka Dana Mulia
- BPR Dananta
- BPR Bank Jepara Artha
- BPR Lubuk Raya Mandiri
- BPR Sumber Artha Waru Agung
- BPR Nature Primadana Capital
- BPRS Kota Juang (Perseroda)
- BPR Duta Niaga
- BPR Pakan Rabaa
- BPR Kencana
- BPR Arfak Indonesia
(rob/haa)




Tinggalkan komentar