100 Hari Kerja: Rahasia Erick Thohir Pacu Pangan & Pertahanan!

100 Hari Kerja: Rahasia Erick Thohir Pacu Pangan & Pertahanan!

Haluannews Ekonomi – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah kepemimpinan Erick Thohir gencar menggeber program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran, khususnya di sektor pertahanan dan ketahanan pangan. Hal ini disampaikan Erick dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/1). Upaya ini melibatkan kolaborasi erat dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait.

COLLABMEDIANET

Untuk memperkuat pertahanan dan keamanan negara, Kementerian BUMN menjalin kerja sama intensif dengan Kementerian Pertahanan. Fokusnya adalah mempercepat produksi dan penyediaan alutsista (alat utama sistem persenjataan) melalui BUMN-BUMN manufaktur pertahanan. Pindad (pertahanan darat), PT PAL (pertahanan laut), PT Dirgantara Indonesia (pertahanan udara), dan PT Dahana (produsen bahan baku amunisi) menjadi tulang punggung upaya ini. "BUMN ini bekerja bersama untuk mendukung kebutuhan sistem pertahanan yang semakin maju, guna menjaga kedaulatan Indonesia," tegas Erick. Langkah ini sekaligus mengurangi ketergantungan impor dan mendorong kemandirian teknologi pertahanan dalam negeri.

100 Hari Kerja: Rahasia Erick Thohir Pacu Pangan & Pertahanan!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sementara itu, dalam rangka mencapai swasembada pangan, Kementerian BUMN berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Badan Pangan Nasional. Sinergi BUMN seperti Bulog, RNI, dan Pupuk Indonesia menjadi kunci. Bulog, sebagai off-taker utama, memastikan distribusi pangan tepat sasaran. Pupuk Indonesia fokus pada penyediaan pupuk berkualitas untuk meningkatkan produktivitas pertanian. PTPN juga berperan penting dalam menyediakan lahan pertanian strategis.

Erick juga menekankan pentingnya efisiensi logistik. Kerja sama dengan Kementerian Perhubungan melibatkan Pelindo, KAI, dan InJourney Airports untuk menekan biaya logistik, meningkatkan konektivitas antarwilayah, dan memperlancar distribusi barang, termasuk bahan pokok. KAI, misalnya, memperkuat sistem transportasi berbasis rel untuk efisiensi distribusi. Pelindo berperan vital dalam pengelolaan pelabuhan, mendukung kelancaran ekspor-impor.

Lebih lanjut, untuk mendukung swasembada hilirisasi dan energi, Kementerian BUMN bermitra dengan Kementerian Pekerjaan Umum dalam membangun infrastruktur pendukung efisiensi logistik. Pembangunan jalan tol, pelabuhan, dan fasilitas lainnya diharapkan dapat mempercepat dan mempermurah distribusi barang dan energi.

Erick Thohir menegaskan komitmen Kementerian BUMN untuk terus berkolaborasi intensif dengan berbagai pihak dalam mewujudkan Indonesia yang aman, mandiri, dan sejahtera. "BUMN mendukung penuh dan berkolaborasi dengan intensif dengan berbagai kementerian, badan, dan lembaga dalam mewujudkan program swasembada pangan," tutupnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar