Haluannews Ekonomi – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah memasuki 100 hari kerja. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, dengan bangga memamerkan berbagai inisiatif yang telah dilakukan Kementerian BUMN untuk mempercepat program prioritas nasional. Dalam konferensi pers Senin (20/1), Erick merinci sejumlah pencapaian signifikan.

Related Post
Hilirisasi menjadi sorotan utama. Kerja sama erat dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM serta Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional telah menghasilkan percepatan penghiliran komoditas strategis. Inisiatif ini, menurut Erick, merupakan langkah strategis untuk mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo dalam hal penghiliran dan ketahanan energi, sekaligus meningkatkan nilai tambah di dalam negeri dan mendorong kemandirian ekonomi. MIND ID (untuk minerba), PTPN (perkebunan), Perhutani (kehutanan), Pertamina, dan PLN (energi) menjadi aktor kunci dalam program hilirisasi ini.

Penguatan infrastruktur juga menjadi fokus. Sinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian ESDM telah menghasilkan percepatan pembangunan infrastruktur transportasi dan energi. Erick menekankan pentingnya infrastruktur yang handal untuk menekan biaya logistik dan mendukung swasembada pangan dan energi serta hilirisasi. Pengembangan kawasan ekonomi strategis dan lumbung produksi menjadi prioritas utama dalam kerja sama ini.
Di sektor pelayanan masyarakat, Kementerian BUMN, berkolaborasi dengan kementerian terkait, memastikan keterjangkauan harga tiket transportasi, terutama menjelang libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Intervensi langsung kepada perusahaan BUMN di sektor transportasi menjadi kunci keberhasilannya.
Stabilitas harga pangan juga menjadi perhatian serius. Kerja sama dengan Badan Pangan Nasional, Kemenko Pangan, dan Kementerian Pertanian berhasil menjaga stabilitas harga pangan, khususnya beras. Stok beras nasional yang melimpah dan penyerapan beras petani oleh Bulog menjadi bukti nyata keberhasilan ini. Inflasi pangan pun terjaga di level rendah, jauh di bawah rata-rata negara ASEAN.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga telah menjangkau lebih dari 1 juta anak dan kelompok rentan di 10 provinsi, menciptakan lebih dari 50.000 lapangan kerja baru di sektor pangan. UMKM juga mendapatkan perhatian khusus. Lebih dari 1,2 juta UMKM telah mengakses pembiayaan dari bank BUMN dengan total kredit mencapai Rp 13,5 triliun. Program pembinaan UMKM juga mencakup pendampingan bisnis, digitalisasi, dan promosi ke pasar global.
Pengembangan sumber daya manusia juga menjadi prioritas. Komitmen kesetaraan gender di lingkungan BUMN telah menghasilkan peningkatan jumlah perempuan di posisi manajerial hingga 25%, dengan target 30% pada 2025. Program perlindungan anak juga telah diimplementasikan.
Erick Thohir optimistis, sinergi lintas sektor akan membawa Indonesia menuju kemandirian dan daya saing global. "Gotong royong adalah fondasi utama kita menuju Indonesia Emas 2045," tutupnya.










Tinggalkan komentar